Menanda Tangani Tanpa Menunda

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Demi kelancaran pelayanan pada kebutuhan masyarakat, kepala kantor Catatan Sipil kabupaten Bojonegoro, Ir. H. Tedjo sukmono, MSi. Melayani dengan sepenuh hati.

Berikut penuturan Pak Tedjo (sapaan akrab Kakandukcapil), saat dikonfirmasi reporter lintasbojonegoro.com (4/9/2018), dalam sehari menanda tangani Sekitar 200 – 250 Kartu keluarga dan jemput bola sekitar 350 , belum termasuk akte kelahiran sekitar 72-100.”kami bersyukur bisa melayani mereka, jikalau terdapat keterlambatan penerbitan untuk diterimakan pada pemohon, itu wajar, karena harus antri. Dan sabar sedikit, karena Kun Fayakun. Pasti jadi. Bahkan kalau kami ada kegiatan rapat di jakarta misalnya, seperti ini, kami sudah mempersiapkan,agar walau tidak ada kepala kantor, pelayanan tetap berjalan.”.

banner

Dijelaskan pula bahwa inovasi yang diwujudkan adalah peningkatan kebersamaan internal ,dalam lagunya, rambate rata hayo. Yakni ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Setiap jum’at sore setelah pelayanan kita berbagi cerita internal, termasuk keluh kesah selama sepekan melayani masyarakat, termasuk evaluasi dan upaya pembenahan mana dan apa yang menjadi kendala. Berujung acaranya adalah bahagia”.

Didampingi kasi inovasi , pemanfaatan data & dokument, Handayani, SH. serta staf sekretariat Kusno, pak Tedjo juga mengatakan, bahwa untuk adminduk target 100 %, yakni kesadaran masyarakat untuk memiliki KK-KTP, karena pentingnya kepemilikan itu untuk berbagai hal guna memperlancar segala kebutuhan berkaitan,surat menyurat yang sifat perihal penting, tentunya diwajibkan menunjukan KTP, KK. Akte kelahiran serta tahun ini sudah mulai mengurus akte kematian”.

Harapan kami, hendaknya ktp, kk, akte dapat dipergunakan sebaik baiknya,serta sebagaimana mestinya. Dan jangan memalsukan data ktp apalagi menerbitkan/ membuat ktp sendiri dirumah atau di tempat tempat jasa umum. Kami melayani dengan sepenuh hati”. Pungkasnya.

Bu yani juga menambahkan, bagi pemohon jika ada kesulitan dan bisa menunjukan kartu tanda terima pendaftaran, sudah pasti dibantu”.

Dengan tersiar kabar kalau warga mati, akan dapat bantuan tunai maka warga bojonegoro sudah tidak malas lagi mendaftarkan pengurusan akte kematian. Namun jangan disalah tafsirkan bahwa, guna akte kematian untuk persyaratan menghadap munkar nankir, tetapi untuk memperlancar mendapat,santunan, jikalau jadi ada.**(Ek/Red).

banner