MEMAKNAI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

oleh

Oleh : Rudi Hartono

Setiap Tanggal 02 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari pendidikan nasional atau lebih dikenal dengan sebutan HARDIKNAS. Hari ini bertepatan dengan kelahiran pejuang bangsa di bidang pendidikan yaitu Bapak Ki Hadjar Dewantara yang tidak kenal lelah memperjuangkan nasib rakyat pribumi agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Kita tidak bisa membayangkan jika pendidikan tidak di perjuangkan ketika masa penjajahan kolonial Belanda, maka sudah dapat dipastikan Indonesia tidak akan bisa maju dan berkembang perekonomiannya seperti yang kita rasakan saat ini.

Karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa wajib kiranya terus mendorong terciptanya masyarakat yang berpendidikan. Dimana hal itu di pertegas dalam pembukaan UUD 1945 Alenia ke-4, bahwa tugas pemerintah selain harus memajukan kesejahteraan seluruh rakyat indonesia. Pemerintah memepunyai kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya. Karena suatu bangsa yang cerdas secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak baik terhadap pengelolaan negara tersebut.

Berbicara pendidikan, wajib kiranya kita menanamkan pula pendidikan moral sejak dini. Karena pendidikan moral itulah yang akan mengubah sikap , perilaku, tindakan,kelakuan yang dilakukan seseorang agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat.

Coba kita perhatikan dalam dunia pendidikan sekarang, pendidikan moral jarang sekali diajarkan lagi kepada peserta didik. Saat ini pendidikan moral sudah dikalahan oleh pendidikan yang lainnya seperti matematika, IPA,IPS dan lainnya. Waktu disekolah habis untuk mengejar nilai akademik.

Siswa dipaksa belajar mati-matian agar nilainya pada saat ujian nanti baik dan bisa mengharumkan nama dimana dia bersekolah. Guru, pelajar, dan pemerintah seakan-akan lupa ada pelajaran yang tak kalah pentingnya dari itu semua adalah pendidikan moral.

Sudah tentu kita mengetahui bahwa kehancuran suatu negara dapat terjadi karena hancurnya moral dari beberapa warganya saja. Dari kalimat tersebut dapat diketahui bahwa kehancuran suatu bangsa bukan karena nilai akademik yang memburuk melainkan karena moral yang buruk.

Dengan pendidikan moral diharapkan tidak ada lagi siswa ataupun pelajar yang dengan mudahkan bertindak tidak terpuji kepada seorang guru yang notabenenya guru tersebut mendidik siswanya agar menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Penulis adalah mahasiswa UT Bojonegoro dan pengurus HMI Cabang Bojonegoro