Mantri Ternak Malo, Cepat, Tanggap, Akurat

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Sekilas memang bisa terbaca, kalau mantri ternak kecamatan Malo Nunung Sugiarto, pola kerjanya Cepat tanggap akurat.

Hal ini para atasannya diantaranya drh. H. Lutfi dan drh. Niken, mengapresiasi kinerja mantri hewan yang berpostur altelitis yang,sering di bon untuk mendukung permainan olah raga Volly ball dan sepak bola, yang berani bayar kontraknya. Bahkan bila perlu sak gelute, jika bermain tidak fair play.

banner

drh.H. Lufti didampingi drh. Nikken dan Manter/ keswan, ketika bertemu reporter media online lintasbojonegoro.com saat istirahat siang di malo (10/9/2018), mengatakan bahwa, bersama upt drh. Nikken dan manter Nunung sugiarto, Adalah usei melakukan outopsi sapi milik kelompok peternak sumber makmur desa sedah kecamatan malo. Adapun keterangan lain yakni faktor penyebabnya adalah penyakit radang perut dan cacing hati. Kondisi hamil 3 bulan , jenis P.O (sapi putih). Dan secara medis sudah dilakukan pengobatan. Memang bagi sapi yang diasuransikan , yang mati tetep dilakukan outopsi dan hasil visumnya untuk bukti untuk mendapatkan pembayaran klaim asuransi sebesar Rp.10. Juta. Bekerjasama dengan asuransi jasindo, ketentuan masing masing petenak membayar premi per tahun Rp. 40.000,- yang seharusnya membayar Rp. 200 ribu, akan tetapi yang To.160.000,- disubsidi pemerintah melaui dinas peternakan. Sedangkan kegiatan rutin petugas adalah melakukan pemeriksaan dan pengobatan dengan istilah Yandu dan yanduan, yakni melaksanakan vaksinasi dan memberikan vitamin.”.

Selanjutnya dokter niken, memang seperti dokter hewan H. Lutfi yakni memberikan penilaian baik dan memberikan apresiasi pada mantri ternak (medikal ternak/mantri kesehatan/manter), nunung sugiarto, atas kinerjanya dilapangan. Ibarat tak lapuk karena panas dan tak lekam karena hujan. Dan disiplin serta responship.

Samentara petugas kesehatan khusus khewan piaraan yang juga bintangnya pemeran utama anggota kesenian reog dan kethoprak ,ini, dengan konsep, sebagai petugas kesehatan khewan dalam hal ini sapi. Dengan jumlah pasien dalam pengawasan sebanyak 9800 ekor populasi, dengan betina sekitar 6000, memang selama tidak ada gawat darurat cukup kontinyu secara bergantian menemui peternak, memberikan wawasan bab ternak yang mereka pelihara ,masalahnya jika formal terus kadang tidak nyanthol/standby enak enak an kongkow tidak, kadang kadang jikalau senggang dan setelah keliling kog tidak ada japri peternak sapi bengah minta kawin, baru bisa bermain,sepak bola, volly maupun yaitu tadi latihan main kethoprak maupun reog. Lha kog sapi banyak bengah minta dilayani kawin, maka semua jobb sebagai bintang tamu kegiatan inti tugas yaa tidak jadi ikut. Bermain itu waktu bisa, sedangkan urusan sapi birahi waaah tidak berani menunda. Sapi itu lain dengan manusia, manusia bisa melakukan pemenuhan syahwat birahi sewaktu waktu kapan dan dimanapun bisa yang penting sepakat. Kalau sapi setahun hanya butuh sak crit dua crit dalam,setahun. Begitu bengah peternaknya langsung menghubungi, dan bila tidak segera kita layani, peternak bisa rugi, karena sapi itu manjanya amit amit kadung kliwat sak sreetan, ngambek tidak mau bengah jadinya gampang marah.”paparan mas nung (sapaan mantri sapi malo yang juga seorang crosser).

“Perihal kesehatan jikalau tidak mampu alias berat ,kami menghubungi drh. Walaupun itu binatang ujung akhirnya juga jadi lauk, tetapi perlakuan harus baik, termasuk pemberian pakan”.lanjut mas nung.

drh. Nikken sangat mendukung langkah yang dilaksanakan mantri nunung. Memang musim kemarau makanannya ibarat tebon kering, damen garing, tetapi harus ada hijauannya walaupun sedikit. Harapan sepertinya Brand dengan vissi “ASUH=Aman, Sehat, Utuh, Halal”. Oleh karena itu endingnya adalah respon, tiada jenuhnya memberikan penyuluhan pada pemilik/peternak dan melakukan langkah pencegahan preventif. Dan yang ikut asuransi baru 24 peternak, dan memang tester, kalau pertanian yaa disebut demplot.” Dengan sigap laporan, maka kami sigap untuk melakukan reaksi cepat. “, ulasan drh.H. Lutfi.

Kepala Dinas peternakan kabupaten H. Ardiono, SH.MSi. Memang mewajibkan para drh. Dan terutama petugas lapangan yakni selalu tanggap darurat, jangan sampai peternak dikecewakan bahkan dengan kesan negative. Pokok e harus memberikan dengan setulus hati, dengan diniati ibadah.jangan mengabaikan, halah sapi / kambing, bloko, nanti nanti dulu. Jangan begitu, karena kami,atau kita diberi tugas ngopeni binatang/ternak peliharaan itu amanah. Merawat ternak itu ganjarannya juga besar.”segitu saja, komentar dari saya, ini rueeepot e mas.ok gak pa pa yaa”, kata pak kepala dinas peternakan dengan ramah.@***(Ek/Red)

banner