Mangkir Bayar Hutang, Oknum Kepala Sekolah Akan dilaporkan ke Polisi

oleh

LintasBojonegoro.com – Seorang Oknum Kepala Sekolah SD Negeri ll Bobolan bernama Intono wadi, rencananya bakal dilaporkan ke pihak kepolisian dalam kasus dugaan penipuan. Oknum Kepala sekolah tersebut diduga ingkar janji terhadap surat pernyataan kewajiban pembayaran hutang yang dibuatnya sendiri.

Pihak korban Bronto(58),Warga Desa ngadiluweh, kecamatan Ngasem kabupaten Bojonegoro sebenarnya sudah melaporkan sikap kepala sekolah tersebut ke Dinas Pendidikan Bojonegoro.

Namun hal tersebut tidak membuat Intono wadi segera menyelesaikan kewajibannya. ” Padahal sudah ada surat pernyataan di dinas pendidikan, kesanggupan melunasi hutang pada bulan Desember 2017 lalu,” Ujarnya.

Surat pernyataan itu seakan tidak berarti bagi Intono, karena sampai bulan februari 2018 belum ada pembayaran sama sekali.

” Sesuai dengan surat bukti perjanjian pertama diatas matrai dan Surat Perjanjian kedua dari Dinas Pendidikan Bojonegoro Saya akan menempuh jalur hukum,” Imbuhnya.

Bronto menceritakan, dugaan penipuan itu berawal dari tahun 2015, Intonowadi selaku Kepala Sekolah SD Negeri ll Bobolan Kecamatan Bobolan meminjam uang sebesar Rp. 30 juta kepada Bronto. dan intonowadi berjanji akan mengembalikan uang tersebut dalam waktu 2 minggu, faktanya hingga tahun 2018, Intonowadi belum juga melunasinya.

“Karena kami sudah lama berteman dan dia pun seorang kepala sekolah, saya tidak ada menaruh curiga sedikit pun. Namun beginilah kenyataannya, selama 2 tahun lamanya, saat diminta (ditagih) Intonowadi kerap ingkar janji,” kata Bronto.

Kesabaran Bronto pun habis karena intonowadi tak juga menepati janji untuk membayar hutangnya, sehingga ia akan menempuh jalur hukum. “Ya mau gimana lagi, sudah segala upaya saya lakukan agar beliau melunasi utangnya, namun tidak ada respon baik darinya,” tambahnya.

Bronto pun merasa heran, seorang kepala sekolah yang notabene sudah bersertifikasi dan mendapatkan gaji besar dari pemerintah kesulitan membayar hutang.

Korban juga sering menagih hutangnya dengan mendatangi sekolah SD tempat Intono bertugas, apesnya kepala sekolah tersebut jarang sekali ada ditempat.

” Saya dan istri bahkan sudah pesen pada salah satu gurunya kalau ada suruh ngabari, tapi sampai sekarang gak ada, bagaimana kedisiplinan kepala sekolah yang tidak pernah masuk??,” ujarnya Heran.

Terkait hal itu Dinas Pendidikan Bojonegoro melalui Staf PTK (penanganan kasus dinas Pendidikan) Abdul Wahid membenarkan laporan Bronto tersebut. “Ya benar, kasus hutang piutang antara Intonowadi dan Bronto ini sebenarnya sudah saya tangani, bahkan Intonowadi sudah membuat surat pernyataan akan membayar pada ahkir bulan Desember tahun 2017 diatas matrai,” Ujar Mbah Dul sapaan akrabnya.

Ternyata Intono wadi tidak bisa menepati janjinya dan membuat Surat pernyataan lagi akan melunasi hutangnya pada bulan Febuari tahun 2018, sehingga sampai saat ini intonowadi ingkar janji.

Rencananya korban dugaan penipuan tersebut bakal melaporkan masalah ini ke pihak berwajib pada hari Senin (05/03/2018).