Loloskan Kredit Fiktif, Mantan Kacab BPR Kedungadem Jadi Terdakwa

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com – Mantan kepala cabang PD BPR Bojonegoro cabang Kedungadem Achmad Zakaria, SH. harus menjadi terdakwa dan menjalani proses persidangan dalam kasus dugaan kredit fiktif yang terjadi pada tahun 2017 lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun lintasbojonegoro.com dari SIPP Pengadilan Negeri Bojonegoro, saat ini terdakwa telah ditahan oleh Hakim sejak tanggal 21 November 2018 di rumah tahanan (Rutan).

banner

Selain itu juga disebutkan bahwa terdakwa Achmad Zakaria, SH. selaku Kepala Cabang PD BPR Bank Daerah Bojonegoro Cabang Kedungadem bersama-sama saksi Ardi Andriyan selaku AO (Account Officer) pada PD BPR Bank Daerah Bojonegoro, saksi Sri Wahyuningsih selaku Teller PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem, dan saksi Rina Ayu Pahlawanita selaku Administrasi PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem mulai 20 April 2016 sampai bulan Agustus 2017 ketiganya pada hari yang sudah tidak dapat diingat lagi secara pasti tanggal, 23 Januari 2017 atau pada waktu lain dalam bulan Januari Tahun 2017, bertempat di PD BPR Bank Daerah Bojonegoro Cabang Kedungadem telah melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja menyebabkan pencatatan palsu dalam pembukuan, laporan, dokumen, laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank.

Perbuatan yang mana dilakukan dengan cara-cara dan uraian antara lain sebagai berikut :

Pada awalnya, pada tanggal 23 Januari 2017 petugas PD BPR Bank Daerah Bojonegoro Kas Gondang yang bernama Kasmin yang saat ini masih kabur (DPO) selaku AO (Account Officer) mengajukan beberapa nasabah pinjaman kredit.

Salah satunya atas nama Rinianti (Saksi) dengan menyerahkan memorandum pinjaman debitur beserta laporan hasil pemeriksaan lapangan dan dokumen identitas debitur berupa foto copy KTP, KK, Akta nikah dan dokumen jaminan kepada terdakwa Achmad Zakaria selaku pemutus/Kepala Cabang PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem.

Kemudian saat itu terjadi interview antara terdakwa dengan Kasmin (DPO) terkait kebenaran calon nasabah yang diajukan sekaligus memeriksa dokumen, setelah terdakwaerasa sudah cukup interview dan pemeriksaan berkas kredit atas nama Rinianti dan menurut terdakwa dianggap sudah benar tidak dilakukan pengecekan.

Maka terdakwa menyetujui pengajuan kredit pinjaman atas nama saksi Rinianti senilai Rp.20.000.000, (dua puluh juta rupiah) dengan membubuhkan tanda tangan pada laporan hasil pemeriksaan lapangan sebagai pemutus kredit tanpa mengadakan pemeriksaan setempat (On The Spot) dan menganalisis, selanjutnya berkas pengajuan pinjaman kredit atas nama saksi Rinianti beserta berkas yang lain diserahkan kembali kepada Kasmin (DPO)

Kemudian keesokan harinya pada tanggal 24 Januari 2017 sekira jam 09.00 Kasmin (DPO) selaku AO (Account Officer) Kantor PD BPR Bank Daerah Bojonegoro Kas Gondang datang lagi ke Kantor PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem minta slip penarikan uang kepada terdakwa Achmad Zakaria SH.

Saat itu juga terdakwa memberikan slip penarikan uang kepada Kasmin dan selanjutnya oleh Kasmin uang dicairkan di BRI unit Gondang sebesar Rp.143.955.800, 00 (seratus empat puluh tiga juta sembilan ratus lima uluh lima ribu delapan ratus rupiah) untuk pengajuan 7 (tujuh) orang nasabah salah satunya saksi Rinianti.

Setelah uang dicairkan uang tersebut seharusnya diserahkan kepada masing-masing nasabah yang mengajukan permohonan kredit melalui rekening tabungan PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem.

Kemudian pada sore harinya sekira pukul 15.00 wib saksi Ardi Andriyan datang ke Kantor PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem menyerahkan berkas kredit sebanyak 7 (tujuh) orang nasabah salah satunya saksi Rinianti, selanjutnya oleh saksi Rina Ayu Pahlawanita dilakukan input data pada Core Banking Sistem (CBS) dan nasabah atas nama saksi Rinianti memperoleh nomer rekening pinjaman 01.020066.004532.

Setelah semua dokumen berkas kredit diajukan kepada terdakwa Achmad Zakaria, SH. untuk ditandatangani termasuk slip pengeluaran atas nama saksi Rinianti membubuhkan paraf pada kolom SIGNER dan CHEKER, setelah pencairan uang dan divalidasi oleh Teller/Kasir yang bernama saksi Sri Wahyuningsih.

Bahwa selanjutnya pada hari Selasa tanggal 21 Nopember 2017 saksi Julali, SE. Selaku petugas PD BPR mendatangi rumah saksi Rinianti dengan maksud dan tujuan melakukan penagihan angsuran, karena saksi Rinianti menurut catatan yang ada di kantor PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem tercatat sebagai nasabah di PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem sejak tanggal 24 Januari 2017 dengan nilai pinjaman sebesar Rp.20.000.000, 0 (dua pulu juta rupiah) dengan anggunan berupa BPKB kendaraan Toyota Kijang tahun 1988.

Setelah di klarifikasi saksi Rinianti bersama suaminya saksi Mujianto tidak pernah merasa mengajukan kredit di PD BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kedungadem, kemudian dari klarifikasi tersebut diketahui bahwa nama dan identitas saksi Rinianti bersama suaminya saksi Mujianto diajukan permohonan kredit fiktif oleh saksi Ardi Andriyan.

Bahwa perbuatan terdakwa Achmad Zakaria, SH. melanggar SOP (Standart Operasional Prosedur) dan Pedoman Kebijakan dan Prosedur Perkreditan (PKPB). dalam proses pengajuan pinjaman kredit di PD BPR Bank Daerah Bojonegoro.

Adapun barang bukti dalam kasus tersebut berupa :
1. (satu) bendel dokumen JOB Description kepala cabang.
2. 1 (satu) bendel dokumen SOP Permohonan Kredit.
3. 1 (satu) bendel dokumen pedoman kebijakan dan prosedur perkreditan (PKPB).
4. 1 (satu) lembar slip penarikan uang tertanggal 24 Januari 2017 sebesar Rp. 143.955.800,-

Perbuatan terdakwa sebagaimana tersebut diatas diatur dan diancam pidana dalam Pasal : 49 ayat (1) huruf (a) UU.RI. Nomor : 10 tahun 1998 atas perubahan UU Nomor : 7 tahun 1992 tentang Perbankan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke. 1. KUHP.

Sidang akan dilaksanakan pada hari Kamis 29 November pukul 13.00 wib di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri Bojonegoro.

banner