Lockdown Covid-19, Pekan TIK 2020 Dihentikan, Namun Panitia Tetap Latih 200 Orang Secara Daring

  • Whatsapp

LintasBojonegoro.com – Ancaman Virus Corona benar-benar nyaris bikin lumpuh aktivitas masyarakat di Indonesia. Berbagai kegiatan masyarakat yang telah direncanakan, pun terpaksa dihentikan dan ditunda pelaksanaannya menyusul adanya instruksi yang disampaikan oleh Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo. Tak terkecuali, Pekan TIK (Teknologi Informatika dan Komunikasi) 2020 yang sedianya digelar oleh Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Bojonegoro pada 23 – 29 Maret 2020, juga ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Memang benar Pekan TIK 2020 kami tunda pelaksanaannya. Dan akan kami gelar kembali secara of line setelah situasinya dinyatakan benar-benar aman oleh pemerintah,” kata Ketua RTIK Bojonegoro, Rifaun Naim kepada wartawan lintasbojonegoro.com.

Muat Lebih

Menurut Rifaun Naim, dasar penundaan kegiatan Pekan TIK selain karena adanya Instruksi Presiden (Inpres) juga karena adanya surat edaran (SE) Bupati Bojonegoro Dr. Anna Muawanah, yang menegaskan pentingnya penghentian semua kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah yang bersifat pengumpulan masa, demi menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bahayanya Virus Corona.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah tentang pentingnya mencegah sebaran virus Corona. Dan kita semua berharap agar masa krisis akibat virus Corona ini segera berakhir. Dan aktivitas masyarakat kembali normal,” tutur Rifaun Naim.

Dia menjelaskan, meskipun Pekan TIK ditunda pelaksanaannya, bukan berarti panitianya juga berhenti melakukan kegiatan. Namun sebaliknya justru melakukan rapat guna mencari solusi keberlanjutan kegiatan tersebut. Mengingat peserta pelatihan dalam Pekan TIK yang telah mendaftar jumlahnya sangat banyak, yakni mencapai 200 orang. Dan dalam rapat tersebut diputuskan bahwa Pekan TIK tetap dilaksanakan, namun tidak secara offline melainkan secara online.

“Antusiasme masyarakat dalam Pekan TIK ternyata begitu besar, sehingga secara moral kami harus menampung aspirasi mereka dengan melaksanakan pelatihan secara online,” ungkap Rifaun Naim.

Menurut Faun, panggilan akrab Rifaun Naim, infrastruktur untuk pelatihan online sudah di siapkan. Sehingga peserta pelatihan bisa mengikuti materi yang disampaikan oleh seorang tutor di rumahnya masing-masing.

Dan pelatihan secara online ini dilaksanakan selama satu pekan, yakni sejak tanggal 23 – 29 Maret 2020, setiap pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. “Materi pelatihannya dan tutornya tetap sama seperti yang telah diumumkan diberbagai web, medsos dan poster. Hanya saja waktu dan teknis penyampaian materinya yang berbeda,” ungkap pria yang pernah mendapat kepercayaan sebagai salah satu tim yang mengerjakan 1 juta domain gratis di Indonesia ini.

Seperti pernah diberitakan lintasbojonegoro.com, Relawan TIK Bojonegoro akan menggelar Pekan TIK 2020 pada 23 – 29 Maret 2020, dengan tema “Jer Karta Raharja Mawa Tekno”. Kegiatan ini rencananya dibuka oleh Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, SH, M.Hum. Sedangkan materi yang akan diberikan pada peserta pelatihan yaitu, Strategi Jitu Iklan, Optimalisasi Aplikasi Office 365 Untuk Bisnis, Desain Produk Bagi UMKM & Startup, Desain Grafis Line Art, Public Speaking and Copywriting, Optimalisasi Market Place, Teknik Produksi Film dan Pemutaran Film, Teknologi Blockchaine Cryptocurrency, serta Teknik Membuat Game Edukasi dan Mobile Apps.

Menurut Rifaun Naim, untuk penundaan kegiatan Pekan TIK ini pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan penundaan kepada Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur. “Ketua panitia pelaksana Pekan TIK telah mengirimkan surat pemberitahuan pembatalan dan penundaan kepada Ketua DPRD Jawa Timur. Dan beliau bisa memahami situasi dan kondisi yang ada,” ungkapnya.

Reporter : Aprilia Sri Rejeki
Editor : Kuzaini

Pos terkait