Lihat Perjuangan 250 Penari Tengul Untuk Harumkan Nama Bojonegoro

oleh -903 views

Reporter – Dian

Lintasbojonegoro.com — Meski lampu penerangan di lapangan alun – alun Kabupaten Bojonegoro saat itu redup, hal itu tidak menyurutkan semangat 250 siswa penari tengul yang tengah melakukan latihan rutin pada minggu (07/07/2019) sekitar pukul 19.00 wib.

banner

Dengan diiringi alunan musik ditengah lapangan, ratusan penari kompak membentuk formasi dan menari sesuai arahan pelatih dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro.

Hari ini adalah hari ke lima masa karantina bagi 250 siswa SLTP dan SLTA yang lolos seleksi sebagai penari terbaik guna mengikuti kurasi (penilaian) pada hari senin 08 Juni 2019 besok.

Jika lolos dalam Kurasi (penilaian) tersebut, para penari ini akan dapat tampil pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang di istana negara Jakarta.

Sejak hari Rabu 3 juli 2019 lalu, 250 penari tengul sudah dikarantina oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro untuk menyempurnakan formasi guna kekompakan gerakan.

Seperti tak kenal lelah, dari pagi hingga malam hari, anak – anak yang masih duduk di bangku sekolah tersebut menjalankan latihan setiap hari.

” Dari rabu kemarin, pagi sampai malam kita latihan, ” Kata salah satu penari dari SMP N 2 Bojonegoro Karina Putri Ramadhani.

Karina sangat senang bisa mengikuti latihan tari tengul bersama ratusan siswa lain. Menurutnya ini adalah pengalaman yang hebat dan luar biasa.

Ia berharap cita – citanya bisa menari di istana negara pada tanggal 17 agustus mendatang segera terwujud, meski harus menjalani penilaian lagi.

Namun baginya, mendapatkan pengalaman, ilmu serta teman baru dari siwa sekolah lain selama masa karantina adalah hal yang tak kan pernah ia lupakan.

” Ya senang dapat teman baru, pengen sekali tampil di jakarta,” Ujarnya seraya tersenyum lebar.

Hal senada dirasakan oleh dua temanya, yaitu RR Salsabil Halimah Putri dan
Isna Desy Nurrahmah. Mereka juga merupakan siswa SMP N 2 Bojonegoro , yang sangat senang dan ingin mengharumkan nama Bojonegoro di Jakarta jika lolos dalam kurasi.

” Orang tua mendukung, kalau tampil di Jakarta pasti menyenangkan,” Ungkap Isna.

Sekitar pukul 21.00 wib, ratusan siswa ini selesai menjalankan latihan dan segera masuk ke gedung Maharani Bakorwil (tempat karantina) untuk beristirahat.

Ada yang menarik saat para siswa ini hendak beristirahat, botol minum yang diambil disediakan oleh Disbudpar Bojonegoro ternyata sengaja diberikan nama masing-masing siswa.

Menurut pelatih, pihaknya sengaja memberikan tanggung jawab kepada masing-masing siswa agar bertanggung jawab terhadap air minumnya.

” Kalau kita kasih air mineral kemasan bisa tertukar, selain itu menimbulkan sampah juga, kita tidak mau merepotkan orang lain,” Ujar Deni salah satu pelatih.

250 siswa ini merupakan hasil seleksi Disbudpar dari 400 siswa dan 91 lembaga pendidikan yang ada di Bojonegoro.

” Karena mereka hasil seleksi tentu sudah punya dasar tari yang bagus, kita disini tinggal membentuk formasi, serta melatih kekompakan,” Imbuhnya.

Dari hasil seleksi yang ketat tersebut, tidak heran jika semangat juang para siswa untuk berprestasi di tingkat nasional dan memperkenalkan tari tengul ke isatana negara cukup tinggi.