Lestarikan Budaya, Ruwatan ‘Nanggap’ Wayang

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Sekaligus melestarikan adat kebudayaan Jawa, Mantan Kades Begadon kecamatan Gayam, H. Hariyono beserta istrinya, Hj. Siti Maskurulin, melakukan ruwatan kepada putra putrinya pada hari Kamis (16/08/2018) di desa Bedagon Kecamatan Gayam.

Menurut mbah Inggi Haji Hariyono sapaan akrabnya, Adat Ngruwat adalah Tradisi Leluhur, agar putra punya Sukerta, ‘Kedini kedana’ harus diruwat.

banner

Adapun dalam pagelaran wayang, tentang lakon itu terserah dalangnya, yakni, Dalang Sejati, Ki Edy Sukoco dari Banjarjo.

Dengan harapan, setelah dilaksanakan upacara Ruwatan ini, semoga ananda Wiwik Retno Wibawati dan Wahyu Agung Utomo, bersih dari segala badan jasmani & rohani, jauh dari balaq, mudah dalam mencari rejeki, barokah.

Kesakralan terhembus ketika penulis di Paseban Agung, ternyata ada sebuah wayang Wisnu, minta di gebyakkan dirumah mbah Inggi H. Hariyono.

Ternyata pagelaran wayang itu terkesan mendadak, karena para tetangga yang menyaksikan wayang tersebut, antara percaya dan tidak. Karena ‘nanggap’ wayang kok tidak dengan sewa sound system. Ternyata wayang kulit komplit diborongkan pada mbah Dalang.

“Pokok e, butuhe ngruwat, dalang komplit , termasuk anak anakku sudah kami pasrahkan untuk buang sial/sukertanya pada pak Dalang, soal berapa biaya jangan disebutkan. Sedangkan sapi untuk syukurannya disembelihkan di tukang jagal. Agar praktis, tidak bikin repot keluarga, maupun tetangga. Sekaligus tinggal perjalanan prosesi, dan Tasyakuran. Kami selaku pribadi maupun mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas kerawuhan dan doa tentunya, pada keluarga kami terutama untuk putri dan putra kami.” Ulasan Mbah H. Hariyono.**(Ek/Red).

banner