Lembaga Kekal Berdikari Dorong Program CSR Migas Tepat Sasaran

oleh -90 views

Bojonegoro – Lembaga Riset Nasional Kekal Berdikari mendorong perusahaan Minyak dan Gas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban agar tepat sasaran dalam pengelolaan program Corporate Sosial Responsibiliti (CSR).

Hal tersebut disampaikan dalam Forum Grup Diskusi (FGD) yang dilaksanakan di aula pertemuan Adelia Cafe Bojonegoro pada hari sabtu, (12/10/2019).

banner

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai Nara Sumber yaitu Slamet Kiswantoro, SE, MM, Ekonom dan mantan Rektor Universitas Bojonegoro, serta Firmansyah, Direktur Eksekutif Kekal Berdikari.

Turut hadir pula Berta perwakilan dari Exxon Mobile Cepu Limited sebagai peserta dan beberapa Mahasiswa dari kampus di Kabupaten Bojonegoro.

Firman menyampaikan bahwa pengelolaan CSR harus tepat sasaran, artinya penyaluran dana CSR harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan Migas.

Menurut Firman, peningkatan ekonomi di sektor pertanian juga penting, misalnya bagaimana perusahaan Migas dengan dana CSRnya tersebut mampu meningkatkan produk hasil pertanian para petani yang ada di kabupaten Bojonegoro dan Tuban.

“Harapan kami selaku dari Lembaga Riset Kekal Berdikari, Csr dari perusahaan Migas harus bisa dimanfaatkan betul untuk meningkatkan produk hasil pertanian masyarakat Bojonegoro dan Tuban, Kekal Berdikari siap mengawal program tersebut”. Ujar Firman Mantan Koordintor Nasional LSM Bina Desa tersebut.

Hal berbeda juga disampaikan Slamet Kiswantoro, SE, MM, dalam pendapatnya ia mengatakan banyaknya operator migas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro harus mampu memberikan dampak postif bagi pelaku UMKM di Bojonegoro.

Slamet menyinggung soal pengrajin gerabah yang ada di kota ledre tersebut yang kurang di kenal masyarakat lokal dan jawa timur.

“gerabah di bojonegoro kalah dengan Malang, padahal soal kualitas gerabah bojonegoro tidak kalah dengan gerabah dari daerah lain, ini soal pemasaran UMKM kita kalah,” Ujar Alumnus Universitas Jember tersebut.

Menurut Slamet, campur tangan pemerintah daerah sangat penting, misalnya Bupati membuat Perbup tentang semua perusahaan yang beroperasi di Bojonegoro wajib ikut memasarkan hasil semua UMKM yang ada di Bojonegoro, terutama hotel-hotel yang berdiri di Bojonegoro.

“Semoga pemangku kebijakan dalam hal ini Pemerintah Daerah dapat membuat kebijakan yang pro kepada pelaku UMKM, misalnya membuat Peraturan Bupati (Perbub) yang mewajibkan semua hotel wajib memasarkan hasil UMKM masyarakat Bojonegoro, ini penting karena dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan,” Tambahnya

Dalam akhir diskusi tersebut Berta selaku perwakilan dari Exxon Mobile juga menyampaikan terkait program-program Csr dari perusahaannya yang sudah banyak dirasakan masyarakat Bojonegoro, terutama soal pelatihan-pelatihan UMKM.

“Program-program dari Exxon sudah banyak dirasakan masyarakat bojonegoro, kami banyak melakukan beberapa pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM yang ada di Bojon√®goro, kami Exxon Mobile sangat peduli dengan peningkatan ekonomi masyarakat Bojonegoro,” terangnya.