Lagi – Lagi Sidang Tuntutan Narkotika Ditunda

oleh

Lintasbojonegoro.com – Sidang dengan agenda tuntutan kasus Kasus Narkotika dengan terdakwa IH warga Desa Tulungrejo RT 01 RW 01 Kecamatan Trucuk ,dan SR warga Desa Ledok Wetan, serta FF warga Desa Seduri RT 03 /RW 05, Kecamatan Mojosari , Kabuapaten Mojokerto Kamis (15/02/2018). Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bojonegoro , tersebut kembali ditunda karena jaksa penuntut umum belum siap dengan materi tuntutanya.

Adapun Majelis Hakim , Pransis Sinaga SH, MH selanjutnya memberikan waktu kepada JPU untuk menyiapkan materi tuntutannya pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018 .

“ Tolong segera disiapkan materi tuntutannya , untuk hari Senin mendatang jangan sampai tidak siap lagi,”katanya .

banner

Menaggapi hal tersebut Kuasa Hukum terdakwa Nanin, kepada awak media menuturkan bahwa penundaan ini sudah yang kedua kalinya . Sehingga dirinya berharap untuk hari Senin mendatang agar JPU , harus segera menuntut apa yang didakwakan oleh Penuntut Umum.
“ Kalau tidak ada tuntutan otomatis tidak ada tuntutan juga dan bisa langsung diputus,” Ujarnya.

Wanita yang sekaligus sebagai Warek II , di Universitas Bojonegoro ( Unigoro ) ini menjelaskan bahwa ditundanya tuntutan ini belum sampai dengan tiga kali , sehingga ada toleransi dari majelishakim . Dan jika hari Senin mendatang kalau tidak ada tuntutan dari JPU maka dianggap putusan langsung.

“ Kalau bebas atau tidak itu tergantung dari majelis hakim , karena majelis hakim itu punya keyakinan sendiri, karena saya pembela maka saya membela apa yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum, kalau Jaksanya belum menuntut saya nggak bisa membela,” ujarnya.

Selanjutnya dalam pembelaan tersebut, lanjutnya , apabila tidak terbukti maka dirinya minta untuk dibebaskan dan jika dalam kasus tersebut memang terbukti maka hukumannya diringankan seringan ringannya .

Untuk penundaan perkara tadi karena sudah dua kali, hari Senin harus didakwakan penuntut umum, kalau tidak di tuntut bisa langsung di putus,

Belum tiga kali, ada toleransi, kalau tiga kali keputusan bisa langsung. Kalau tidak terbukti dihukum setingan ringanya.
Pasal 112, minimal satu tahun 132, 114,

banner