Kunjungan Komisi C, Ada Koreksi SOP di Puskesmas Balen

  • Whatsapp

Bojonegoro — Puskesmas Kecamatan Balen mendapatkan perhatian khusus dari para anggota Komisi C DPRD Bojonegoro. Hari ini Rabu (08/04/2020) pukul 10.00 Wib, dilaksanakan kunjungan kerja, untuk mengecek kesiapan petugas serta sarana prasarana pencegahan penyebaran Covid-19.

Puskesmas Balen pernah menangani 1 orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang akhirnya meninggal pada 28 maret lalu. Dari pengalaman tersebut Komisi C ingin mengetahui seberapa jauh kesiapan pihak puskesmas.

” Komisi C ingin memastikan ketersediaan APD,
Antisipasi dan kesiapan puskesmas Balen dalam penanganan Covid-19, sejauh mana koordinasi puskesmas dengan tenaga di tingkat desa,” Ungkap Mochlasin Affan Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro.

Affan melanjutkan, saat ini Bojonegoro belum masuk daerah merah, tidak ada salahnya pemerintah mengantisipasi, cepat atau lambat mungkin bisa sampai ke Bojonegoro.

Hadir dalam pertemuan tersebut seluruh anggota Komisi C, petugas Puskesmas Balen serta perway dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro.

Sekretaris Dinkes Bojonegoro Dr. Hernowo menyampaikan dalam penyediaan APD, anggaran cukup banyak. Namun masalahnya adalah ketersediaan barang yang langka.

Terkait hal ini Dinkes meminta kawalan DPRD agar tidak terjadi permasalahan dalam sistem pengadaan barangnya. ” Harga APD sekarang melambung tinggi, ini bagaimana nanti ada solusinya agar tidak terjadi masalah dibelakang,” Ungkap Dr. Hernowo.

Adapun langkah pencegahan Covid-19 dari puskesmas Balen hingga ketingkat Desa Diantaranya mensosialisasikan selalu mencuci tangan pakai sabun, membatasi kegiatan, puskesmas, posyandu, imunisasi dan timbangan
serta kegiatan masyarakat.


Desinfeksi lingkungan puskesmas rutin,
Terlibat screening di stasiun maupun terminal.
Screening dan pemantauan siswa pasca study tour serta mewajibkan penggunaan masker pengunjung puskesmas.

Salah satu anggota Komisi C DPRD Natasha Deviyanti memberikan koreksi pada Standart Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan.

Yakni terkait Screening test suhu yang dilakukan di dalam ruangan, serta kurang tersedianya Hand sanitazer.

” Tadi cek suhu kenapa dilakukan di dalam ruangan, kenapa tidak sebelum masuk ruangan. Dan belum ada Hand sanitizer di depan pintu masuk,” Ungkap Natasha.

Koreksi tersebut diterima dan akan diberlakukan mulao hari ini, sementara untuk ketersediaan hand sanitizer pihak puskesmas beralsan untuk penghematan.

Namun pengunjung Puskesmas tetap bisa melakukan cuci tangan dengan sabun ditempat yang disediakan.

  • Whatsapp

Pos terkait