Kunjungan Kerja Komisi A Di Kecamatan Trucuk

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — Pada hari senin (22/10/2018), Ketua,Komisi A beserta anggota (DPRD), tingkat II Bojonegoro, berkunjung di kecamatan Trucuk, di sambut,Camat, sekcam, para kasi dan, para kades se kecamatan Trucuk.

Camat Trucuk Waji, SE.MM. Dalam kata sambutannya setelah mengucapkan Selamat datang, yakni menyampaikan, “unek-untuk” nya pada ketua Komisi yang ikuti beberapa fraksi, yakni tentang rehab kantor kecamatan Trucuk, karena selain ada beberapa ruang ketika turun hujan ketrocohan, juga kurangnya ruangan dan terkesan ‘umpel-umpelan’ , bahkan rumah dinas pun di jadikan sebagai ruang kerja.

banner

Memang usulan Camat Trucuk sekaligus , kalau di desa ngrejeng mungkin juga ketua PKK tingkat desa (maaf, karena istri camat trucuk adalah kepala Desa , biasane melekat), usulan menambahkan gedung/rehab sangat logis. Karena rumah dinas yang semestinya untuk istirahat digunakan sebagai ruang kerja. Walaupun dirumah dinas, tetapi dalam bahasa,Agama “Rumahku adalah,Syurgaku), tetapi mana bisa sebagai Syurga, baru,saja akan makan bersama istri, ada ketuk pintu bahkan slonong langsung masuk karena pintu tidak tertutup, kata tamu, minta tanda tangan.

Kondisi umpel-umpelan dan pemanfaatan rumah dinas Camat dijadikan ruang kerja Camat bukan kecamatan Trucuk, tetapi kecamatan Sukosewu (padahal seperti kantor seangkatan belum di pugar misal kecamatan Sekar, kedewan, Gondang,tapi sukosewu dipugar 2 x, namun toh rumah dinas camat juga ruang kerja pula), Bubulan, Gondang, kedewan, kalitidu, kasiman, temayang. Dan bahkan camat Dander seperti hal nya, tukar guling tanah bengkok. Karena ‘puloh-puloh’ punya ruang kerja tetapi tak punya tempat istirahat, memprihatinkan (rumah pribadi gedong magrong magrong pinggir embong dan misri), tetapi kadang saat jam istirahat cuma kantuk sambil duduk dikursi kerja dengan meja tulis.

Menanggapi hal tersebut, ketua Komisi A , H. Sugeng, akan melanjutkan usulan tersebut, namun akan dikomunikasikan dengan pan-gar.
“Kami,datang ke kecamatan trucuk sekaligus ingin mengetahui sikon yang,sebenarnya. Kayak,apa to Trucuk, karena “seje silit,seje anggit, seje bokong,seje uwong”. Sekaligus keterkaitan dengan kegiatan PTSL. Akan tetapi untuk PTSL, Mudah mudahan tidak muncul permasalahan, yang penting sering,sering berkomunikasi, dan pula dengan,akan segera dibukanya,akses jalan setelah pembangunan jembatan ini (jembatan,Trucuk-klangon) selesai, tentunya masing masing desa yang,ada di kecamatan trucuk akan mengalami kemajuan yang drastis. Maka,adanya dana desa (DD), ADD, diharapkan bisa memanfaatkan yang,sebaik-baiknya, adanya dana,stimulan tersebut.

Adapun anggota komisi A, dari fraksi PKB, sekaligus beralamat di,wilayah kecamatan,Trucuk (ds.bungas desa,Guyangan & juga desa,Sumberjo kenthong), mengomentari bahwa usulan camat trucuk akan diberikan, mudah mudahan saja, mengingat untuk 2019, sudah ada pos pos penggunaan,anggaran.

Sedangkan dari fraksi Golkar H. Rasijan, menambahkan, “usulkan ke Dinas PU siapa tahu lebih cepat”.

Hadir dalam acara tersebut, Camat trucuk, sekcam trucuk, para kasi kecamatan, seluruh kades, serta komisi A yang hadir diantaranya, H.Sugeng (FPAN), Ima (fPKB), H. Mashuri (FDemokrat), H.Rasijan (FGolkar), Ainun Anggara (FPPP),sedangkan lainnya ada kepentingan dinas di Surabaya.

banner