KPH Parengan Menyerahkan Dana Bagi Hasil Produksi Kayus Pada 19 LMDH.

oleh -310 views

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — PADA Hari Senin,( 21/01/2019) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan KPH Parengan menyerahkan dana bagi Hasil Produksi tahun 2016 sebesar Rp 153.821.427, kepada 19 LMDH.

Sembilan belas LMDH tersebut adalah dari 53 LMDH yang ada di KPH Parengan secara simbolis diterimakan kepada 3 Lembaga Masyarkat Desa Hutan ( LMDH) yang mendapatkan terbanyak di Wana Wisata Prataan.

banner

Penyerahan tersebut dilakukan Administratur KPH Parengan Badaruddin Amin, S. Hut. Kepada 3 Lmdh yang mendapat terbanyak, Ketua LMDH Wono Mulyo, Tarto Desa Gowoterus Kec Montong, Kab Tuban sebesar , Rp. 34.833.897, Ketua LMDH Tani Makmur Jayadi Desa Wukirharjo, Kec Parengan Kab Tuban Rp. 29.222.898, Ketua Wono Makmur Desa Tanggir, Kec Malo Kab Bojonegoro, Rp.20.544.021,-

Acara penyerahan tersebut di saksikan oleh Kepala Desa Wukirharjo Yuliati, dan Ketua Perkumpulan LMDH Mulyono, dan segenap Asper yang ada di wilayah KPH Parengan.

Administratur KPH Parengan Badaruddin Amin , S. Hut. Dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa, bagi hasil sharing tersebut dapat digunakan dengan baik untuk meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat dan meningkatkan peran serta dalam pengeloahaan hutan .

Ketua Perkumpulan LMDH KPH Parengan Mulyono, mengatakan” Dengan di terimanya hasil Sharring tersebut berharap bisa dimanfaatkan dengan jelas pengunaanya, dan bisa melaporkan kepada petugas Perhutani.”.

Adm/KKPH Parengan didampingi Kaur Humas KPH Parengan Agus Susilo Utomo,,SH. Seusei acara serah terima , ketika dikonfirmasi Lintasbojonegoro.com, Menambahkan, bahwa diserahkan sharring merupakan konsekwensi kesepakatan antara KPH Parengan dengan LMDH, ini bisa merupakan bagian support kerja sama dalam turut serta upaya berpartisipasi pelestarian SDA Hutan KPH Parengan secara berkesinambungan. Hutan lestari Negara jaya, rakyat makmur. Karena hutan adalah bagian dari sumber kehidupan (Manusia, Hewan, tumbuh-tumbuhan). Dan arti adanya hutan harus kita jaga kelestariaannya, secara estafet dari generasi ke generasi berikutnya, hingga akhir dunia.”.####(Ekopurnomo).