KPH Bojonegoro, Panen Raya Daun Minyak Kayu Putih.

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — MENURUT Administrator/KKPH Bojonegoro, Dewanto, S.Hut. BSc. Didampingi Humas Kph Markum serta Assper Tengger Hari hadi, SP. Kepada lintas mengatakan bahwa, perihal tanaman kayu putih untuk KPH Bojonegoro, sudah panen pertama , yakni tanaman tahun 2016, berasal dari Resort Pangkuan Hutan (RPH Wadang, Kebonagung, Putuk, & Soko), seluas 165 hektar.

“Untuk LMDH sesuai ketentuan yang berlaku di KPH Bojonegoro, upah petik Rp.70,-/kg. Dan hasil panen langsung dikirim ke PMKP Kupang Mojokerto. Kedua belah diuntungkan, karena disatu sisi perhutani resiko pencurian tidak ada, masyarakat/LMDH selain dapat secara langsung menerima hak nya (hasil ongkos petik), juga bisa jadi panen dua kali setahun untuk tanaman tumpang dari, bisa jadi jagung, kacang. Atau jagung, kacang hijau, karena usei tanaman kayu putih usei di kepras , tanamannya LMDH tidak ternaungi”, papar Adm dengan bijak.

banner

Humas Kph Bojonegoro, Markum, untuk KPH bojonegoro memang akan mengembangkan tanaman kayu putih, selain tanaman Jati, Mahoni, Sengon, varitas terbaru adalah Kayu putih yang daunnya untuk bahan baku minyak kayu putih.

Assper Tengger Hari hadi, SP. Dengan diantara pendamping tugas yakni KRPH: Soko Widodo, kebonagung Damirin, Wadang Dosri, Putuk M. Winarno, merinci lebih detail, karena wilayahnya panen lebih banyak dari pada BKPH yang sudah punya demplot tanaman minyak kayu putih.
Pemetikan dilakukan mulai tanggal 13/10/2018 hingga 24-11/2018, tercatat 200 ton.
Adapun 4 LMDH yang sudah bisa menikmati panen perdana yakni LMDH Wono agung, sumberagung kec. Dander, Tumbuh jaya desa wadang, Makmur jaya desa Tengger, Solo maju Sendangharjo , (tiga desa kecamatan ngasem).”untuk tumpangsari disesuaikan kondisi tanah/lahan, dan dalam waktu dekat juga akan menanam jarak keprak seperti di bkph nglambangan, karena jenis tanaman jarak dan kayu putih akan tetep tumbuh subur walau musim kemarau. Dan pemotongan pohon minyak kayu putih ngeprasnya dengan ketinggian 60-110 cm. Untuk tahun 2018 menanam kayu putih, seluas 191,4 hektar. Untuk jati 18,4 hektar, mahoni 8,9 hektar, tersebar di RPH Kebonagung 14,4 hektar, RPH Soko 4 hektar, mahoni 8,9 hektar di RPH Wadang.”
“Tanaman kayu putih dapat tumbuh dengan baik, sedangkan pola management keamanan hutan, yakni melaksanakan patroli preventif. , bersosialisasi pada masyarakat, kontinyu dengan LMDH, dan memberikan wawasan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Dan untuk kamhut RPH putuk menangkap seorang pencuri kayu warga dukohkidul , berinitial Kt, dengan barang bukti sebatang kayu.
Memang BKPH Tengger sudah memberikan punishman pada seorang anggota, namun,sebatas peringatan. Untuk pola, yakni selalu menjalin kerjasama komunikasi dengan,staf/bawahan, bisa bagai teman, saudara , untuk bisa komunikasi dengan enak, tetapi tetap juga ada,saatnya
sebagai pimpinan, jikalau itu perlu.”. Ulas Assper Tengger yang hampir 5 tahun bertugas di BKPH tengger.

Sedangkan menurut pengurus LMDH Soko maju, Suro Sarimin warga dusun mundu,desa Sendangharjo mengomentari bahwa selama dipimpin pak Assper Hari hadi, pesanggem guyup dan juga ikut menjaga tanaman pokok, dan sinergy tentang hak serta kewajiban yang sudah dalam kesepakatan. Pesanggem ‘puas’.***(Ekopurnomo).

banner