Komisi A DPRD Bojonegoro Gelar FGD II Raperda Pelestarian Kesenian Tradisional

oleh

BOJONEGORO – Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro bersama Tim Universitas Bojonegoro (Unigoro) kembali menggelar Forum Group Discussion (FGD) II untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Usulan Komisi A Tahun 2018 tentang Pelestarian Kesenian Tradisional Bojonegoro di Wisma Toyo Aji desa Kapas, Kecamatan Kapas, Senin (19/11/2018).

Dalam FGD II yang dipimpin oleh Anam Warsito, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, juga dihadiri Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro, Donny Bayu Setiawan, Ketua Tim penyusun naskah akademik Dr. Tri Astuti Handayani, M.Hum yang juga Wakil Rektor II Unigoro beserta anggota tim yakni Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, Ahmad Taufik dan Ahmad Suprastiyo, serta para seniman dan budayawan di Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Anam Warsito mengatakan, Raperda ini disusun berdasarkan rasa keprihatinan terhadap keberadaan kesenian dan nasib pelaku seni tradisional yang ada di Bojonegoro.

banner

“Nasib kesenian dan pelaku seni tradisional sangat memprihatinkan dan dipandang perlu hadirnya pemerintah untuk memperhatikan mereka,” ungkap Anam Warsito.

Sementara itu Donny Bayu Setiawan berharap adanya pemikiran-pemikiran yang berkembang bisa menjadi masukan bagi DPRD dalam penyusunan Raperda Pelestarian Kesenian Tradisional Bojonegoro.

“Kami berharap bisa mendapatkan banyak saran masukan dari para pelaku seni di Bojonegoro mengenai Raperda Pelestarian Kesenian radisional ini. Sehingga Saran dan masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan dalam pembahasan Raperda yang selanjutnya akan disinkronisasi dan dimasukkan dalam materi Perda tersebut,” pungkasnya.

Raperda Pelestarian Kesenian Tradisional di Bojonegoro terdiri dari XII Bab dan 35 pasal, antara lain berisi tentang karakteristik, strategi, wewenang dan tanggung jawab, hak dan kewajiban, organisasi, pengendalian dan pengawasan, sanksi, serta pembiayaan.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori langsung oleh Anam Warsito. Peserta yang hadir dalam FGD II tampak sangat antusias dalam menyambut adanya Raperda ini. Hal tersebut terbukti dari banyaknya saran dan masukan yang disampaikan oleh peserta yang hadir. (Kang Zen/Aditya)

banner