Kiat Kades Ngujo, Tuntaskan PBB 100%

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – LAIN lubuk lain airnya, lain kades lain pula caranya, terutama kiat menuntaskan kewajiban pembayaran PBB.

Di desa Ngujo kecamatan Kalitidu, dari tahun menjabat awal hingga 2017, hampir 100 %, tuntas, tak pernah nyantol di perangkat, karena menurut kades Ngujo yang berwajah mirip Arjuna (Drs. Ahmad Zainudin/ pak Yen), pembayaran PBB tidak melalui rayonering. Semua langsung ke Balai desa, ada yang khusus bagi yang membayarnya, dan menyetor ke kecamatan. Jadi evaluasi setiap hari, ” karena setiap hari saya ngantor terus. Kecuali sabtu minggu tanggal merah. Tahun 2014-2016, selalu tercapai 100%,2017 tercapai 98 %, lha tahun 2018, ini bulan,agustus sudah mencapai 72 %. Caranya, tanya ke pak Kaur umum, sebagai humas, monggo pak gito, nii mas eko dari media online Lintasbojonegoro.com tolong jelaskan”, kata kades ngujo.

banner

Selanjutnya Bayan Sugito, menambahkan, begitu kitir pajak diterima desa, langsung siaran keliling pakai Toa/speaker jinjing.”saudara saudara warga desa ngujo dan dusun kedung keris, ini kartu pbb sudah ada dikantor desa ngujo. Silahkan,segera membayar di kantor saja, jangan dititipkan pada perangkat desa, nak klalen bisa katut go buwuh, pajek ini tidak,seberapa dibanding uang negara yang kembali ke desa untuk membangun desa kita. Pajek merupakan kewajiban bersama sesuai kewajiban masing masing dan tidak sama. Ada yang sawah,tegal serta tanah pomahan yang jembar, ada yang ciut,alias sak ithik.”.

“Ini untuk membiasakan warga, agar tidak sekedar pelayan diterima akan tetapi mereka tahu suasana kantor, serta pajak itu wajib. Dan pak gito keliling bukan saat musim pajak, tetapi saat pendataan siswa, agar bila ada DAK,maupun Bos, desa tahu, karena orang tuanya melaporkan ke desa. Lha kalau nunggu kedatangan pamong bisa,telat. Karene jalan kaki, kadang gang nyepit nyepit. Kalau,siaran keliling dua dusun bolak balik utowo telung ubengan beres”, tambah kades Ngujo pak Yen/pak Zen.

Lain ceritanya, kata kades Brenggolo kecamatan kalitidu, “susahnya gak tercapai kalitidu, konon telat bayar siap di denda. Lha sing wong ngerti malah nulari kancanya, he he, halal piye nak ngono kui”.

Perihal keaktifan kades, untuk kades , desa di wilayah kecamatan padangan, ada komentar, Pak kades jarang teng kantor, kalau tidak diwarung A, ya di warung B, kalau tidak begitu ya di perusahaanya.

Kembali ke kabar apik desa Ngujo, bahwa desa ngujo benar benar tuntas program ODF, penghargaan tertanggal 12-12-2017.” Hari ini pak Gito dan polo (parno), prehi karena , pak warno ijin, iring iring temanten ke jogya, lha kunci laci terbawa, karena paling kemungkinan lupa. Dengan animo dan kesadaran warga yang tinggi ini, kades dan perangkat mengucapkan terima kasih. Untuk juara raentuk juara 1 tidak,apa apa, masalahe terus,ditunjuk perwakilan desa. Gantian desa liya. Kesel dan kasoooh. Yang penting kewajiban program berjalan, desa damai,aman dan membangun.”.(Ek/Red)

banner