Ketua PN Bojonegoro Akan Segera Pindah, Harapan Baru Eksekusi TITD

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com – Setelah diterbitkannya ketetapan ketua Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Pransis Sinaga SH MH, atas putusan MA terkait eksekusi sengketa kepengurusan dan aset badan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Swie Bio Bojonegoro, pihak pemohon eksekusi Gandhi Koesmianto alias Go Kian An harus menelan kekecewaan.

Pasalnya ketetapan tersebut dinilai merugikan pihaknya, dimana eksekusi tidak segera dijalankan dan seolah mengintervensi internal TITD untuk melakukan reorganisasi.

banner

Pemohon eksekusi tidak habis pikir dengan terus ditundanya eksekusi putusan MA yang sudah incraht tersebut. Padahal terhitung sudah hampir dua tahun putusan MA itu diterima.

Harapan baru bagi pemohon eksekusi muncul manakala pada bulan September 2018, dikabarkan ketua PN Bojonegoro bakal segera pindah tugas.

” Semoga ada kabar baik nantinya,”Kata Go Kian An, saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan eksekusi adalah wewenang ketua PN. Sebelum Pransis Sinaga SH MH menjadi ketua PN, ketua PN Sebelumnya Kamim Tohari SH, MHum telah mengeluarkan ketetapan eksekusi putusan MA yang akan segera dijalankan.

Namun, ketika ada pergantian ketua PN, ketetapan dari ketua PN sebelumnya dicabut dan diganti dengan ditundanya eksekusi.

Usai mengeluarkan ketetapan itu, saat ini ketua PN Bojonegoro Pransis Sinaga SH MH selalu menghindar dari kejaran awak media.

Pihak Humas juga enggan mengomentari ketetapan ketua PN Bojonegoro karena itu bukan wewenangnya. ” Kalau itu tanya ke ketua saja,”Ujar Humas PN Bojonegoro Isdaryanto SH MH.

Pada tanggal 4 September 2018 awak media berusaha menemui ketua PN Bojonegoro diruanganya. Namun setelah mengetuk pintu berkali – kali, tidak terdengar jawaban.

Padahal ketua PN Pransis Sinaga SH MH, berada di ruangan tengah sibuk memainkan HP yang terlihat dari pintu kaca ruang ketua PN.

Beda ketua, beda ketetapan eksekusi, hal itu bakal menjadi konsentrasi pemohon eksekusi, sambil berharap adanya kepastian hukum. (Red)

banner