Kesetiaan Perangkat Pada Kadesnya

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintas bojonegoro.com – Pertanda satu tekad demi pengabdian kepada warga, maka harus dicerminkan bersatu padu, seirama sejalan. Itulah prinsip kades pandantoyo kecamatan temayang Hj. Siti kholifah, “tidak manut aturan sesuai peraturan pemerintah dan melanggar hukum, silahkan diproses”,.

Memang kades berparas cantik ini, bila ada perangkat yang melanggar tatib yang,sudah tersepakati bersama, whoooo jangan tanya, yaa marah beneran, tapi jikalau sudah bar atau selesai dan menjadi baik,serta mau melaksanakan tugas dengan baik, yaa bu kades yang putranya difakultas kedokteran dapat beasiswa kuliah di Australia ini. “Lileh”. Tapi bila diingatkan kog ndodro, perang diplomasi atau jalur hukum monggo.
Nak gelut phisik tidak mau, “huwwek jis”, senengen musohe.

banner

“Kami ini milik warga pandantoyo, tujuan baik, membangun desa, termasuk mendirikan kantor/balai desa kelak dianggarkan,sekitar Rp.1,2 milyard, kelak juga untuk desa pandantoyo. Alhamdulillah, saya dicintai Allah, dikasihi Allah, inilah amanah, “kebaikan perlu selalu diserukan”, insya Allah, mushola di area kantor desa itu anggaran sekitar Rp.100 juta.

Memang kades satu ini, bisa disebut kades cantik nyentrik, tidak kemayu. Dan juga nyungkani, tiap dalam pertemuan rapat tingkat kecamatan/ kabupaten, tetep diam bisa dikatakan diam seribu bahasa, ibarat”tangan ngampu rancang kuping ngrungok ake (mendengarkan), dengan saksama.”, tidak berkomentar ataupun protes, tetapi mengambil kesimpulannya saja. Dengan roman wajah ayu tetapi tidak kemayu dan tidak mbegejek. Berwibawa.
Dari ada yang didapat dalam setiap hasil rapat dan konferensi itulah, hasil nya disampaikan pada bawahan, akhirnya diminculkan kesepakatan bersama. Dan sudah adanya kesepakatan itulah, bila ada yang melanggar dan tidak,disiplin, maka perannya sebagai atasan muncul, sikap bijaksana, menegur bahkan marah dan tukaran pun,ditempuh.

Bu kades tergolong muda, trengginas ,bijaksana, sosial dan pemberani ini, juga mengakui bahwa pro & kontra itu pasti ada. Yang kontra atas kebijakannya konon diduga kesempatan untuk mbajing dana pembangunan desa sangat minim bahkan tidak ada peluang. Kami niat baik, cari neraka itu gampang, tapi saya,tidak mencari itu. Saya mencari kedamaian untuk mewujudkan mimpinnya warga pandantoyo yakni kemajuan pembangunan, ekonomi mapan, menuju Pandantoyo yang Baldatun thayibatun,wa rabbun ghafur. Sekali lagi, saya di desa ini ingin mengabdi, biar gaji untuk nambahi kegiatan warga yang positive, Alhamdulillah kami sekeluarga sudah dicukupi oleh Allah, SWT. dan didukung oleh suami, Tugas itu amanah mulia dan keluarga adalah segala galanya”.

Beberapa sumber menambahkan ,bahwa bu Kholifah itu cantas tapi bertanggung jawab, sportif, konsisten, sembodo/sesuai, dan murakapi artinya mencukupi bila ada kekurangan berkaitan dengan desa. Dan tidak “ojo dumeh”. Pelayanan surat menyurat kepentingan warga full penak, yang penting prosedur. Hebaat-lah, masih berselera muda tingkat tinggi, dasarnya punya, kuliner,sukses, anak buah puluhan, yo bisa ditengeri angger ada suara motor koyo suara knalpol truck gorga jaman jepang yaiku bu kades tindak/kundur tugas. Drondong …dong…dong…grong…grooong..groong”, pisanan warga geh kaget, sumerepe bancaan, kog syukuran, motor enggal Harley Davidzon, anak kulo ningali teng teng geogle, regine Rp. 700 jutaan. Alhamdulillah, petinggiku bener bener uwong anggak, tapi ora anggak anggak an, tapi yo ora anggak alias ora sombong. Kadang numpak vario jika ada warga yang rumahnya pinggir jalan ada yang sakit. He he” ulasan warga yang sempat ngobrol dengan penulis.”**(Ek/Red).

banner