Kelor Jadi Primadona Bisnis Masyarakat Bojonegoro

oleh -560 views

Reporter : Kuzaini

LintasBojonegoro.com – Tumbuhan kelor yang pernah populer dalam dunia mistik pada zaman penjajahan Belanda ternyata kini menjadi komoditi bisnis menggiurkan. Berbagai kalangan masyarakat pun kemudian tertarik melakukan budidaya tanaman kelor serta menjualnya hingga ke luar negeri.

Seiring meningkatnya masyarakat yang terjun dalam bisnis kelor maka Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab. Bojonegoro beserta dinas terkait menggelar Pelatihan Pembuatan Makanan dan Minuman (Mamin) dengan bahan baku kelor selama tiga hari, bertempat di Desa Bogo, Kecamatan Kapas, (22-24/4/2019).

banner

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kab. Bojonegoro, Agus Supriyanto, SH, M.Si, peserta pelatihan pembuatan mamin berbahan baku kelor mendapat respon luar biasa dari masyarakat Bojonegoro. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang semula hanya ditarget 30 orang, ternyata membludak hingga 50 orang.

“Membludaknya peserta ini menjadi tengara bahwa bisnis kelor sangat menjanjikan keuntungan masyarakat,” ungkap Agus Supriyanto, usai membuka pelatihan pembuatan mamin berbahan baku kelor.

Dalam pelatihan pembuatan mamin dari kelor ini Disperinaker Bojonegoro menghadirkan nara sumber, A. Dudi Krisnadi pakar kelor dari Morina Organik Indonesia (MOI). Menurut Dudi Krisnadi, kelor bisa diolah menjadi empat jenis produk olahan, yakni food (makanan), feed (pakan ternak), fertilizer (pupuk) dan kosmetik.

Dalam pelatihan pembuatan mamin masyarakat dilatih membuat tanaman kelor menjadi mie, puthu dan pukis, serta kunir asem kelor dan jahe kelor. “Dari pelatihan ini diharapkan agar masyarakat bisa membuat mamin dari bahan baku kelor sehingga terwujud masyarakat yang sehat dan meningkat ekonominya,” tutur Agus Supriyanto.

Pria yang dikenal ramah itu mengungkapkan, peserta pelatihan pembuatan mamin dari kelor selanjutnya akan didampingi tim Program Pengabdian Masyarakat Pendanaan Kemenristek dari Universitas Surabaya (Ubaya) untuk mengembangkan usahanya. “Tim dari Ubaya sudah melakukan MoU dengan Pemkab Bojonegoro selama tiga tahun untuk pendampingan budidaya dan bisnis kelor,” kata Agus Supriyanto sembari mengungkapkan bahwa pada bulan Agustus mendatang akan digelar festival mamin dari kelor di Desa Bogo.

Hadir dalam pelatihan pembuatan mamin dari kelor antara lain, tim dari Bappeda Bojonegoro, Dinas Kesehatan, Kantor Ketahanan Pangan Bojonegoro dan perwakilan dari Ubaya, Karina Citra Rani, S.Farm, M.FarmKlin, Apt. (Kang Zen)