Kejari Kumpulkan Data Dugaan Mark up 1,46 milyar Pengadaan Lahan RSUD Temayang

oleh

Lintasbojonegoro.com – Kejaksaan negeri (Kejari) Bojonegoro saat ini tengah melakukan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait dugaan Mark up anggaran 1,46 milyar Pengadaan lahan RSUD Temayang.

” Kami masih Puldata Pulbaket, jadi belum bisa menyimpulkan,” Kata Kajari Bojonegoro Muhaji, SH, MH. Kamis (12/07/2018).

Pihaknya belum bisa memberikan gambaran kearah mana dugaan Mark up tersebut. Yang pasti kata dia, jika semua unsur telah terpenuhi semuanya akan ditindaklanjuti.

banner

” Misalnya mengarah ke tindak pidana korupsi, semua bisa saja, tapi sampai detik ini saya belum bisa menjawab apa itu masuk korupsi saya belum bisa menjawab,” Ujarnya.

Terkait rekomendasi BPK atas dugaan Mark up senilai Rp. 1,46 milyar, Kajari mengaku belum membaca rekomendasi tersebut.

Namun ia membenarkan, biasanya temuan BPK disertai dengan rekomendasi pengembalian dana beserta konsekuensi jika tidak dijalankannya rekomendasi tersebut.

” Biasanya seperti itu, kemudian sebatas apa, kenapa, sudah dikembalikan atau belum, nanti jangan – jangan sudah dikembalikan lewat siapa, bisa saja ini misalnya,” lanjut Kajari.

Saat disinggung batas waktu yang diberikan oleh BPK yaitu 60 hari untuk pengembalian, pihaknya mengamini hal tersebut.

” Kalau masih dalam kerangka waktu 60 hari tersebut, memang ini mungkin sebaiknya jangan dulu. Seperti dalam proyek yang masih dalam pengerjaan kita tidak bisa mengatakan hal itu sebuah kesalahan.” Pungkasnya.

banner