Kasus Kekerasan Siswa SMA di Bojonegoro Telah Proses Di Kejaksaan

oleh -1.732 views

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com — Kasus kekerasan yang dialami oleh siswa di lingkungan SMA Negeri 1 Bojonegoro saat ini sudah dilimpahkan pihak kepolisian ke kantor kejaksaan negeri (Kejari) Bojonegoro. Proses hukum tetap berjalan, kejaksaan saat ini tengah melakukan diversi terhadap kedua belah pihak pada Selasa (26/03/2019).

banner

Seperti diberitakan sebelumnya korban berinisial MYF kelas 12 diduga mengalami kekerasan oleh teman sekelasnya sendiri inisial DW pada Senin (17/09/2018).

Orang tua korban yang tidak terima terhadap dugaan kekerasan yang dialami anaknya, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Setelah melalui proses perdamaian yang cukup alot di tingkat penyidik kepolisian, akhirnya berkas kasus dugaan kekerasan terhadap siswa tersebut dilimpahkan ke Kejari Bojonegoro.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro selanjutnya melakukan deversi yang diikuti oleh pelaku, pihak Kepolisian, Dinas P3AKB, orang tua Korban dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dakry Wahyudi. “Ibu korban tetap menginginkan perkara itu dilanjut dipersidangan,” kata JPU  Dakry Wahyudi.

Pelaku disangka melanggar pasal 76 c Jo pasal 80  ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tetang penetapan peraturan pemerintah penggannti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan  ke dua UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

” Hasil visum benar-benar telah terjadi penganiayaan oleh pelaku,” Kata Dekry.

Dari laporan, kejadian kekerasan terhadap siswa ini terjadi pada 17 November 2018 saat itu pelaku sedang berbaris di depan untuk mengikuti upacara bendera pada hari Senin. Kemudia pelaku hendak buang air kecil  kebelakang “Tapi katanya dihalang-halangi korban akhirnya menjok korban hingga pingsan,” Ungkap JPU.

Sementara itu pihak sekolah saat dimintai keterangan terhadap kasus dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah ini mengatakan menyerahkan ke pihak kepolisian. ” Mengenai itu tanya ke kepolisian saja,” Kata Markasim Selaku Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui sebelumnya, pihak sekolah pada awalnya enggan memberikan komentar prihal kasus tersebut. Saat kejadian Senin (17/09/2018) bahkan orang tua korban awalanya diberitahukan bahwa anaknya hanya mengalami asam lambung akibat puasa dan sedang dirawat di UGD.
Ternyata ada kejadian pemukulan yang mengakibatkan anaknya di rawat di rumah sakit.

Purwaning Rahayu selaku orang tua korban mengungkapkan, diversi yang selalu gagal diakibatkan permintaan pelapor yang tidak bisa dipenuhi oleh pihak terlapor.

” Belum ada kesepakatan karena permintaan dari korban tidak dipenuhi atau dijalankan,” Ungkapnya.