Kartu Tani Masih Ada Masalah Soal Data

oleh

Bojonegoro – Kartu tani yang direncanakan sebagai alat penyaluran subsidi pupuk kepada para petani ternyata masih belum bisa digunakan. Pasalnya memasuki pertengahan tahun 2018 ini, kartu tani masih mengalami kendala soal data.

Masalah terkait data ini sudah diperdiksi sejak awal oleh para pemangku kebijakan di daerah. Hingga sekarang terbukti menginjak satu tahun, kebijakan kartu tani belum bisa berjalan lancar.

Kepala Cabang BNI46 Bojonegoro, Rachmat Muji Widodo mengatakan, kewajiban BNI selaku bank BUMN yang ditunjuk sebagai penyedia kartu serta peralatan penunjang, mengaku sudah terlaksana dengan baik.

banner

Dari total jumlah petani sekitar 240 ribu jiwa pihaknya sudah menuntaskan kurang lebih 156 ribu kartu tani, dan 94 ribu diantaranya sudah dibagikan ke petani.

” Kartu sudah ada, mesin EDC di setiap kios juga sudah semua,” Kata Rachmat (13/08/2018).

Pihaknya mengaku belum bisa menuntaskan terkait masalah data alokasi pupuk. Yang harus diinjeksikan ke setiap kartu tani yang berjumlah ribuan tersebut.

Akhirnya dalam pelaksanaan hingga hari ini kartu tani belum bisa digunakan.

Data alokasi pupuk ini menjadi domain dinas pertanian kabupaten Bojonegoro, pihak BNI masih menunggu terus, update data hingga 100 persen.

” Ternyata banyak juga salah memasukan NIK, nah itu kita harus perbaiki sebelum bisa digunakan.”Jelasnya.

Sementara itu Kepala dinas pertanian Kabupaten Bojonegoro Jupari mengatakan, data alokasi pupuk masih terus dikerjakan oleh PPL dilapangan.

Kebutuhan pupuk yang terus berubah mengikuti pola tanam setiap petani yang membuat PPL sedikit kesulitan mengumpulkan data.

” Makanya kita update terus hingga final,” Ujar Jupari.

Jupari berharap para petani bersabar, menunggu pengumpulan data yang dilakukan oleh PPL hingga 100 persen.
” Ya ditunggu saja semoga secepatnya selesai.”Pungkasnya.

banner