Kantor Cabang Harus Pinjam Dana Ke BPR Pusat Dengan bunga 0,5%

oleh

Lintasbojonegoro.com – Kantor cabang PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro tidak lantas mendapatkan glontoran dana dari kantor pusat ketika memulai bisnisnya. Ternyata mereka harus pinjam dana ke kantor pusat ketika akan menyalurkan kredit ke masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh kepala cabang BPR Sumberrejo Jolali SE., kata dia pada awal pendirian cabang di daerah Sumberrejo, modal yang dimiliki adalah Rp. 0.

Selanjutnya ketika ada calon nasabah, maka cabang Sumberrejo akan meminta pinjaman dana ke BPR Pusat.
” Kita tidak dikasih uang lalu disalurkan, melainkan dipinjami oleh kantor pusat dengan bunga 0,5%,”Ujar Jolali.

banner

Bunga kredit untuk pelaku UKM sendiri sebesar 0,5%, artinya tidak ada keuntungan yang akan didapatkan oleh kantor cabang ketika menyalurkan kredit UKM.

Sementara untuk para petani bunganya lebih besar, yaitu 1,5%, sehingga keuntungan yang didapatkan kantor cabang adalah dari selisih bunga kredit dari sektor pertanian.

Sistem pinjam dana ke kantor pusat tersebut menurut pria lulusan Universitas Bojonegoro tersebut aneh. Padahal kantor cabang dan pusat adalah satu perusahaan, tapi menerapkan pinjam dana dan berbunga.

” Padahal kita satu perusahaan, kenapa pinjam dana dikasih bunga,” cetusnya.

Lebih lanjut Jolali mengatakan, kinerja BPR Cabang Sumberrejo cukup bagus hingga saat ini outstanding kredit telah mencapai Rp. 13 milyar. Dari total dana pinjaman dari kantor pusat sebesar Rp. 12 milyar.(Pin/Red).

banner