Kamhut RPH Soko BKPH Gondang, Stabil

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintas Bojonegoro.com — ASSPER Gondang Kasmijan merasa lega, karena komunikasi sosial (komsos), dengan berbagai elemen mulai muspika, desa , lmdh, sudah berdampak positive untuk gangguan hutan yang menjadi kewenangannya. Walau katanya awal pertemuan di,PTM 11 dadi guyon, konon tidak mengapa.

Termasuk RPH Soko dengan KRPH nya bernama Sudarman, pun dalam melaksanakan tugas,seperti garis komando dari Adm , Assper, yakni giat patroli petak,rawan, pemantauan petak aman, komsos, juga,siaga,spionase. Oleh kondisi yang,demikian ini, memang dalam kurun waktu satu bulan masih kecurian 1-2 pohon, maklum hutan,tidak,dipagar tembok beton serta tidak ada pintu, puluhan hektar hanya,dijaga 6 petugas. Selama petugas tidak,salah langkah, tetep konsisten dan mereka pun tidak merusak, mereka khususnya adalah butuh bertani, pertanian mereka bagus tak lagi melirik kayu. Kecuali jikalau musim buwuhan, itu kog,seandainya tidak pas bar panen, kita butuh tambahan berpikir yakni inovasi agar hutan tidak dicuri tanamannya. Misal di petak 119-134-142. KU-1, “Alhamdulillah pak Assper , beliau terhitung,sejak 1 januari 2019 mengadakan Patroli Gabungan Mobile yang terdiri Assper, Polhut, KRPH wilayah, semua berjumlah 5-6 personil.

banner

Pusat perhatian memang sebagai Ring I yakni RPH Sukun & RPH Dodol, sedang RPH Gondang & RPH Soko , adalah kondisional , dengan pola untuk giat petugas 2×24 jam, lepas dinas 1 x 24 jam.sementara untuk tanaman khusus RPH Soko di tahun tanam 2018 ada 18 hektar, semua tanaman jati. Di soko juga ada tanaman katagori KU-2, & KU-3, tetapi masih belum ada perintah penebangan. 18 tanaman tersebut merupakan katagori tanaman berlaku, dan tanah kosong.”selain itu BKPH Gondang selain menjaga asset BKPH Gondang juga mengantisipasi hutan KPH Tetangga yakni kayu berasal,dari KPH Nganjuk. Ini,PT dari Pimpinan dalam hal ini beliau Bapak Adm Bojonegoro. Karena namanya Institusi Perum Perhutani bukan KPH Bojonegoro saja, akan tetapi Nasional, sehingga jiwa korsa rimbawan tetep demi kelestarian wilayah Perum Perhutani. Memang, ini,simalakama, karena yang nyamin pernah ngrasani, yang diambil bukan kayu BKPH Gondang, tapi petugas Gondang kog ikut campur tangan. Itulah tantangan, dan ini merupakan konsekwensi wujud pengabdian dan kita harus taat pada perintah pimpinan. Dan ini adalah demi kelangsungan bersama. Termasuk awal ngumpulkan orang, kesane di hore-hore, ternyata sekarang bisa lebih baik.”, ulas Assper Gondang, Kasmijan.

Selanjutnya Administratur (Adm/KKPH) Bojonegoro, Dewanto, S.Hut. MM. Perihal kondisi Kamhut BKPH Gondang, kepada Lintasbojonegoro.com, belum bisa dikonfirmasi, via ponsel, beliau mengabarkan, karena masih ada kunjungan tamu. (Bersambung),.###(ekopurnomo).