Kades Sumberagung Geram Ada Informasi Simpang Siur

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Kepala desa dan Sekretaris Desa Sumberagung Geram, dengan maraknya gentayangan informasi yang simpang siur, perihal pungutan liar.

Kepala desa sumberagung H.A. Manan (mbah kung haji), didampingi,sekdes sumberagung Zaenal Arifin. Benar geram penuh keheranan tetapi tetap dalam sadar pemikiran. Konon tahun politik.

banner

Geramnya, “kog iso-isone bikin sinopsis mengarah skenario menjelang akhir jabatan dan menjelang pilkades. Kami sadar ibarat tak ada asap jika tak api. Tapi benar nggak , tempo hari kami dilarang tiga orang yang mengaku anggota LSM dan Media, jam setelah jam,aktif kantor, kami tanya keperluan apa, silaturahmi,atau dinas. Jawabnya tentang pemerintahan, kalau pemerintahan besuk saja dikantor komplit, ada buku tamu dan,catatan keperluan termasuk siapa saja yang anda butuhkan ada. Akhirnya pamit, ok saya tunggu yaa mas !. Lalu tadi pagi (4-9-2018), telpon kalau selasa siang bagaimana, keperluan,silaturahmi. Kami jawab ya monggo, tolong pak sekdes, piye ceritane, sampaikan pada mas wartawan ini !,” perintah kades, kung H. Manan, pada,sekdes.

Selanjutnya,Sekdes Zaenal,Arifin menjelaskan bahwa, perihal pemitatan kitir pajak/sppt itu, baru masih diangan- angan kami,selaku,sekdes yakni pelaksana secara administratif maupun koordinator penarikan pbb. Lha kami sendiri belum laporan ke pak kades, lha kog katanya ada berita seperti itu, kalau dalam pemerintahan desa kabar itu katagori,HOAX. Bila ada oknum bermain itu, ya resiko tanggung penumpang. Termasuk uangnya dari hasil itu untuk apa , yaa terus terang pemitatan sppt itu baru rencana, mbah kung Haji juga tidak tahu biiabar pisan. Matur,ae dereng to mas”, kata sekdes.

“Rencana itu muncul karena, dari sebelum,PTSL itu tercatat pemilik lahan itu sebanyak 3039 wajib pajak, setelah ada dan semua punya sertifikat, menjadi 3700, termasuk kami sendiri dulu atas nama orang tua, dibagikan ke anak menjadi 6 nama. Begitu. Dan itu ada rencana and rencana”, tambah sekdes.

Sementara sumber yang enggan disebut namanya, mengatakan,”pancen wong,akeh sak pirang pirang, dilayani mbah kung wiies penak kurang penak. Lha mbah kung kog sampek ngutus pamonge kon mitat kitir terus dijaluk i dueit dienggo opo. Pajero atusan juta iku, putrane kog krungu mergo mbah kung ngendiko , uooh pajero dalan nggogal ae tetep koyo ratan hotmix, ngono bloko, langsung dipundutke. Lha kog mbah kung,warah warah pamong, terahe uwong kurang. Gawe. Wayahe enek gawe ing,deso ditawani ora gelem, wayahe ratan,dadi yo nggremengi/ngrasani. Terahe golek,sisik melik piye asmane mbah kung asoor. Karepe ngono palingo”.

“Biarlah, tetep kita,ambil hikmah positive, silahkan konco mengingatkan, dengan catatan temuan benar tulis secara benar, tahu siapa yang tidak benat juga sebutkan. Konfirmasi urusan dinas dikantor, silaturahmi dimana saja monggo. Wellcome. Jangan campur adukan antara kepentingan dinas dengan kekeluargaan. Hampir 2 minggu ini, ironis tetapi itulah adanya”, ulas mbah kung Haji, kades,sumberagug yang,selalu dengan bijaksana.

“Ini tahun politik, mau mencari celah untuk kesalahan susah memulainya. Maka baginya yang ingin merongrong menggunakan pribahasa Tak ada rotan akarpun jadi. Tetapi 90 % masyarakat memberikan,apresiasi selama kepemimpinan mbah kung,Haji Manan, Mutiara tetep Mutiara***,komentar beberapa warga.(Ek/Red).

banner