Kades Ngrancang Dilihat Bagaikan Emas disentuh Bagai Permata

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — SEMENJAK dipimpin oleh Kades Sudadi, (Purn.TNI-AL), Desa ngrancang kec. Tambakrejo tak lagi menjadi desa yang,Gelap & becek, di musim hujan.

Konsekwensi dalam vissi & missinya, mencapai hampir 80 %, diwujudkan, tak tanggung-tanggung pengorbanan demi mengemban amanah warganya. Memilih tidak memilih diperlakukan sama, alias tidak tebang pilih, termasuk pembangunan inprastruktur. Terutama jembatan yang awalnya memunculkan pertanyaan apa mungkin, ?. Ternyata realisasi juga yang semuanya nilainya Milyard-tan, rupiah.

banner

Pak komandan Ngrancang ,Sudadi bersama para perangkat diantaranya Eni, SN. S.Kep. (Sekdes), Sutrisno (kasi Pem ), Amrullah (Kasi Kesejahteraan), M. Purnomo (kasi pelayanan), Siti sri Amita (kaur keuangan), Tristio utomo (Kaur perencanaan), Sumiran Kaur TU/Umum, dan para kasun , Bayu dhamar sasongko (berancang), Madhari (nglombo), Sugiyo (bertambah), Ngasrip (ngengo), dan juga para BPD Yang diketuai Suminto, wakil Hari, AP. Sekretaris Siswanto, beranggotakan, Sopyan, sudarminto, sutrisno, sudarno.
Tak ketinggalan pula dengan para ketua RW. 1-6: Darsono, Sumantri, Suyadi, Sumiran, Sumali, Diono. Dan juga para ketua RT, mulai 1-24, diantaranya; Suleman, Purnomo, Sunoto, Masjito, Surat, Sidik karyanto, Supriyon, Sunardi, Kardi, karmin, sukir, supeno, samijan, rohman, paidi,parno, Dasno, mukri, suwardi, ngasdi, tarif, yuwono, sumanding, wariman. Kades Ngrancang Sudadi mewujudkan, beberapa bangunan phisik demi terangkatannya peradaban dan juga peningkatan ekonomi warganya, dengan mewujudkan adanya beberapa jembatan yang merupakan sarana- prasarana vital, yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Namun,Sosok Sudadi yang masih aktif dan lepas,Senjata,sebagai prajurit TNI AL, masih 14 tahun direlakan pensiunan dini, cuma memenuhi kehendak sebagian besar disaat itu. Dan walau untuk menghindari harapan warga ngrancang, bahkan sudah pindah tempat di desa Sukorejo , namun masih dikejar-kejar warga agar pulang untuk memimpin desa ngrancang yang sangat ingin perubahan.”pokok e, mas Sudadi harap pulang lagi ke desa Ngrancang, ini juga’ Padamu Negeri’, semua keluarga, teman,sekolah, konco ngaji, konco obak blenthik, bukan berharap tetapi mengharuskan Mas Sudadi, kundur dan,Siap menata desa ngrancang dan memimpin warga ngrancang”., kenang Kades Ngrancang,Sudadi.

Adapun selama kepimpinan mantan prajurit aktif, sejak SK kades 14 agustus 2013, yang sudah,dicapai bagaikan semudah membalikkan telapak tangan, diantaranya, 5 Jembatan, Aliran listri PJU, Rehab Balai desa, Rehab Pagar Balai,desa, Rehab Mushola, paving jalan poros, Paving jalan lingkungan, pengerasan jalan, TPT, semuanya diantaranya. Jalan poros desa Dusun Tawaran-nglombo 1,7 KM, Paving ngrambah 470 meter, pengerasan jalan + ada yang paving dukuh mbengeng 1,3 km. Ngrambah 500 meter plus paving lasuk180 meter., dusun nglombo paving masuk rt.11 sepanjang 330 meter. TPT dusun nglombo 64 meter, makadam,dusun ngengo 3 km, pengerasan jalan (pedel) 1500 meter, perbaikan gorong-gorong 5 lokasi, 1 di dusun ngrancang 4 di dusun nglombo, perbaikan paving=perawatan di rt 6, sepanjang 90 meter, pembangunan jalan berpaving rt 4 sepanjang 150 meter. PJU rt 1-6, sebanyak 70 titik. Jalan Usaha Tani (HUT), 150 meter di RT. 14, serta paving rt 4- rt 13. Ditambah pula,
Sarana ibadah di 4 dusun plus satu masjid di dusun ngengo.

Desa yang berpenduduk sekitar 3986 jiwa ,dengan jumlah kk 1126, yang memiliki hak pilih 2711 (bila saat ini, 19/11/2018), Luas,desa 408, 15 hektar mayoritas petani sawah/ladang,sendiri + ladang hutan/LMDH. Dengan hasil utama pertanian Jagung, padi, Terong ,kedelai, kacang tanah, kacang hijau , kacang tunggak, kacang panjang, mentimun,dan tembakau. “Selama ada niat ikhlas dan sungguh-sungguh, insya Allah tercapai, dan suport dari istri (ny. Retno wijayanti, SPd.) juga sangat mendukung untuk semangat, melaksanakan amanah warga desa ngrancang”, kata buyut dari eyang Irodikromo (pentinggi /kades ngrancang yang pertama).

“Memang di kesatuan diberikan kesempatan untuk ikut kompetisi pilkades , jika terpilih siap pensiun dini, Alhamdulillah kami,syukuri ,walau konsekwensi nya jika soal jaminan sejahtera ,memang ibarat api jauh dari panggang, tetapi kembali pada niat lillahi ta’ala untuk membangun ngrancang tercinta, walau kadang sifat manusiawi, wajar kadang sempat terbesit perihal Tugas, kewajiban, hak, ternyata penak jadi Tentara, walau nyawa taruhannya. Karena jabatan Politik pola nya,selalu berubah-ubah, tidak stabil termasuk finance, tetapi ini mungkin,sudah suratan taqdir. Yaa Bissmillah, kami bertekad melayani masyarakat dengan ikhlas walau tanpa mengenal waktu, termasuk hari khusus untuk liburan bersama keluarga. Sebab, ketika akan refreshing ternyata ada warga yang minta diantar ke rumah sakit, akan menolak-kah kita ..?, tidak mungkin.”,sedikit bernostalgia.

Kesan beberapa perangkat, diantaranya Madhari (Kasun nglombo), “kami jadi kasun 3 x kepala desa, akan tetapi paling nyaman, beredukasi, dekat dengan masyakat, bahkan ketua rt dapat bengkok, yaa hanya pak Sudadi.

Sedangkan menurut kasun ngrancang Bayu Dharma Sasongko, SE. Di piping pak Sudadi, tegas , wibawa desa ada, dipikir tidak secara logika kadang,susah., tetapi nyatanya yaa wujud, yakni jembatan, pak kasun nglombo bila akan ngantor di musim hujan, harus nyangking sepatu, jika malam gelap gulita, dan bila musim kemarau berkendaraan harus muter dusun taji,desa sukorejo. Tapi setelah ada jembatan era pak inggi sudadi, bisa ‘tul-nyuk’.

Sedangkan menurut sekdes Ngrancang Eni susianti Nurcahyanti, S.Kep.”Kami enjoy dipimpin pak kades Sudadi, karena beliau disiplin, familier, dan bila tugas yang kurang bener, beliau menegur bersifat mencerdaskan, tidak marah, semua perangkat jadi betah di kantor ,fasilitas mamin (makan minum) cukup, sehingga jam kantor aktif 08.00-14.30, WIB. selain sebagai pimpinan, juga sebagai orang tua. Bahkan saat ada nyadran/manganan/sedekah bumi, pak kades selalu dikejar-kejar anak anak kecil, “pak rurah pak rurah, ada yang pak lulah pak lulah ada yang fasih, pak lurah, kulo paringi duwite..!”.

Memang sosial untuk masyarakat sejak muda, hingga jadi tentara hingga beralih jadi kepala desa”.

“Jika nanti masih diberi amanah,sebagai nahkoda desa ngrancang, tentunya akan membangun yang belum, yakni 6 Jembatan, aliran listrik, serta lainnya. Masalahnya, anggaran membangun desa,seluas ini namun kucuran dana dengan desa yang tidak luas. Biar ngrancang ada di tamping pinggir hutan,,sebagian juga di kelilingi hutan, tapi hak mereka juga sama dengan masyarakat lainnya. Demi semuanya, karena mungkin ini sudah taqdir , maka demi kepentingan dan ada manfaat untuk warga, cincang-cincing ya basah, maka mesisan semangat”, ulasan Kades Ngrancang Sudadi.

Camat Tambakrejo, Drs.H. Sukaemi, MSi. Sangat memberikan apresiasi atas semangat kesungguhan kades ngrancang sudadi, desa seluas itu antar dusun terhalang sungai besar, bila musim hujan banjir kali, arusnya deras. Tetapi dengan gigih dan semangat, sekarang bisa diatasi, walau masih ada beberapa jembatan. Kades, perangkat, lembaga desa, toga, tomas, karang taruna, linmas, warga, bisa sinergy, dengan kesungguhan akhirnya sudah lancar inprastruktur, terutama jembatan, walau masih kurang,,tetapi dulunya hanya sesek bambu tiap banjir kintir, sekarang musim hujan hampir tidak ada yang tak bisa dilewati, minimal pedel, semangat dan dedikasi pak ngrancang, ok. Masuk pak ekoo.”, ****(Ekopurnomo)

banner