Kades Ngorogunung : Menjabat Kades Dua Periode Saja

oleh

Reporter Eko Purnomo

Bubulan – SEJAK 5 Juli 2018, kepala Desa ngorogunung kecamatan Bubulan, Lulus setyawan, SH. Resmi mengundurkan diri, dan mendaftarkan,diri untuk maju di Pemilihan Legeslatif 2019-2024, di Partai Demokrat nomor urut sementara nomor 9.

Walau jabatan kepala desa, walau peraturan maupun undang-undangnya boleh direbut 3 kali oleh yang sudah menjabat 2 kali, namun bagi mantan kades yang masih “anger”, ini, cukup dua kali. Konon ibaratnya orang jawa mengistilahkan, ‘angah-angah’, umpama orang makan, tanduk tiga kali itu sama hal nya memberi makan Setan.

banner

Disampaikan pula oleh bagian dari sesepuh Kecamatan Bubulan Kampung Pesilat ini, rasa optimisnya terkatrol suport dari berbagai Element, termasuk Institusi BUMN, yang juga mempercayakan pada sang Jawara dari Ngorogunung ini.”Hanya Allah yang bisa menghentikan hajat dan upaya kami”, kata Bang Lulus.

Dipilihnya Partai Demokrat, karena paling cocok dalam pilihan lubuk sanubarinya yang sangat dalam. Konon baginya, Partai Demokrat adalah yang memenuhi unsur yang menjadi idolanya, yakni Nasional & Religius. Dan pengabdian dirinya sudah saatnya bukan hanya di Ngorogunung saja, akan tetapi rekan rekan kepala desa juga banyak yang menaruh harapan, ada wakil dari kepala desa yang mau memperjuangkan hak hak kepala desa. Undang undang desa sudah ada, tapi laju-nya dibatasi, terkesan otonomi desa tidak secara utuh, misal Dokter desa itu adalah kepala desa, tetapi kadang yang tahu rumus dianogsa maju maju mundurnya desa juga kepala desa. Pening atau fit desa juga kades. Kades yang bisa mewarnai desanya, tetapi hal sedemikian itu belum sepenuhnya. Ibaratnya, ngorogunung itu walau pernah banjir bandang, mosok cocok desa ngorogunung diberi bantuan perahu karet. Khan resep yang dipakai untuk kesejahteraan masyarakat yakni bantuan bibit ; Jagung, Kacang Tanah, Padi. Sebab desa itu kog sakit karena salah dianogsa atau,salah obat, yang kena,sanksi sosial dari warga adalah kepala desa nya.

“Jadi wacana dan hak benar benar realistis, bukan wacana melihat kertas kosong, tetapi wacana itu wacana positive, munculnya Perbup lalu Perda, perihal desa, hendaknya para kades diajak bicara, sehingga tahu mana yang perlu ditambahkan dan mana yang tidak dicantumkan. Sehingga untuk penyempurnaan perlu adanya pembahasan antara pemerintah kabupaten dengan pemerintahan desa. Aku dhewe yo penyanyi lho dhe, “kata Lulus, SH.”, Diantara kita jangan ada,Dusta.

“Begini saja berkas di KPU sudah akan direkayasa oleh Oknum petugas KPU, saya tantang, saya sudah mengikuti langkah,sesuai aturan yang diberlakukan, saya ini Sarjana Hukum, sekolah tahanan. Ora gembon…bla..bla…, yang dapat menghentikan langkahku umpomo kalah karena Allah, SWT. Saya ikhlas, tapi gagal karena direkayasa, ooo cari ketingat yaa monggo . Tahu saya bicara begitu, sampai dirumah istri menangis, kog saya semarah itu. Yaa karena kita dzalimi jika kita gagal hanya karena ulah segelintir cah sakmono, ora kuwalahen, awak dhewe duwe Gusti Allah, sombong sithik ra popo mergo dekenge awak dhewe Gusti Allah, he he”, ulasnya.

Untuk rekan kades yang sudah siap pendukung 4 kecamatan, yang 4 kecamatan belum ketemu, fis to fiss, tapi byphon,sudah. Dan poro sesepuh BKP.”,

“Siap kelak untuk Dapil IV, penggalian gagasan mulai tingkat,RT. Dari situ greet gagasan bisa utuh murni, bukan sekedar Jaring,Aspirasi masyarakat yang sifatnya kelompok, tetapi ini bisa,secara Universal, untuk,skala prioritasnya. Dan ini (14-8-2018), kami turut berduka cita atas meninggalnya rekan kepala desa Soko kecamatan Temayang, Pak Alex,semoga wafatnya digolongkan wafat yang khusnul khotimah. Amiinn”.

Harapan kami, Dapil IV Partai Demokrat bisa meraih Kursi lebih dari Satu. Doakan yoo dulur dulur, sanak kadang dhewe lan sanak kadang ketemu gedhe. Matur nuwun.(Ek/Red).

banner