Kades Kasiman Tetap Berwibawa, Meski Bersepeda Pancal Untuk Ke Kantor

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — Kepala Desa Kasiman Kecamatan Kasiman HR. Gozhali, SE. Itu ibarat seperti dalam pribahasa, ” diilihat emas didekati berlian”.

Pembangunan fisik sudah hampir garis finish, pembangunan spiritualnya termasuk Sumber Daya Manusia (SDM), juga mendekati sempurna.

banner

Sedari balita warga kasiman sudah belajar, mulai pra sekolah hingga sarjana. Kasiman bukanlah penghasil minyak, tetapi Desa Kasiman desa pelopor peradaban, tidak menjadi masalah pemerintahan kecamatan tidak dalam desa kecamatan, seperti dander, malo,padangan,sumberjo, kedewan, bubulan, temayang, gondang, sekar, dll.

Dengan kepemimpinan prajurit/ksatria NKRI, Dengan sapaan akrab, Pak Ghozali, desa kasiman bersolek walau identik tamping hutan. Jauh dari kota Kabupaten Bojonegoro, tapi Desa kasiman yang berbatasan dengan Provinsi jawa timur- jawa tengah itu mampu beradaptasi dan mewujudkan pemerintahan yang baik, walau desa nun jauh disana, tetapi sudah seperti peradaban kota.

Semua ini tercapai bukan semudah membalikkan tangan begitu saja, akan tetapi tetep melalui proses “Perjuangan & Doa”. Dan hasil kiprah serta andil besar kepala desa, perangkat serta semua element.

“Tanpa mereka, apalah,artinya upaya kami. Sukses desa kasiman adalah suksesnya semua yang ber-KTP Kasiman, retapi bila ada yang kurang baik, itu tanggung jawab kami,” kata abbah H.R. Ghozali, SE.

“Pak Ghozali, benar benar tanggung jawab, tapi bila tidak bisa diajak omong baik baik. Yaa ibaratnya Loe jual gue beli. Diamnya beliau itu emas, tetapi bila sudah mengedipkan mata kog tidak diam, berarti sama hal nya membangunkan Harimau tidur, bisa juga antasena nya keluar, hhhh”, kata orang yang mengenal Abbah Haji Ghozali.

“Kendala yang ada sekarang adalah jalan poros kabupaten antar kecamatan kasiman – kedewan, yang melintasi desa kasiman sepanjang 3,6 km, rusak. Kapan itu diperbaiki mas, tolong usahakan infonya!, kami cukup mengambil sisi positif, yakni bersepeda pancal dari rumah – kantor desa 1,8 KM. Kompetitif BBM alias blas gak pakai BBM, sembari oleh raga bersepedahan. Pas ngene yo kog ketemu mas eko lintas.bojonegoro.com. Masuuk pak Eko,” ulas abbah HR. Ghozali, MM.

Sebagai sampingan sumber ekonomi, gaji TNI, bertani serta membuka usaha
/ bisnis bidang ketenaga kerjaan , sudah lintas jawa, Bandung-Banyuwangi.”(Ek/Red).

banner