Kades Ini Tetap Santai Meski Dapat dua Surat Peringatan Bupati

oleh

LintasBojonegoro.com – Salah satu kepala desa yang mendapatkan surat peringatan (SP) ke 2 dari Bupati Bojonegoro enggan mengambil pusing. Menurutnya, Bupati terlalu jauh melampaui kewenangannya terkait rekrutmen pengisian perangkat desa di kabupaten Bojonegoro tersebut.

Apalagi Bupati Bojonegoro Dr. H. Suyoto Msi dari awal telah menghembuskan peringatan hingga mengarah kepada pemecatan kades yang tak melantik calon perangkatnya.

Apa yang dilakukan Bupati itu menurut Kades Jatimulyo kecamatan Tambakrejo Teguh Widarto terlampau sewenang-wenang. Pasalnya pemecatan kades telah diatur dalam Permendagri 82 dan Perda 13 tidak ada korelasinya dengan kasus perangkat desa yang terjadi saat ini.

banner

” Kalau ada pemecatan, mekanisme berasal dari usulan BPD, sedangkan desa tidak ada usulan, tidak ada masalah dibawah kenapa Bupati yang ribut,” Ujarnya Rabu (14/02/2018).

Pihaknya mengaku santai dan tidak terlalu memikirkan peringatan dari Bupati Bojonegoro tersebut. Yang terpenting baginya, masyarakat di desa Jatimulyo kecamatan Tambakrejo tidak meributkan masalah pelantikan ini, tapi kenapa Bupati yang lebih agresif.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu kades asal kecamatan Malo Kalitidu yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya Bupati seolah-olah ingin menunjukkan kekuasaannya terhadap para Kepala Desa.

Hal itu dinilai bertentangan dengan semangat undang – undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa. ” Desa sudah diberikan otonomi, di Desa tidak ada persolan, kita belum mendengar BPD mengusulkan soal itu, Desa malah ditekan,” Jelasnya.

Meski desanya tidak termasuk yang diberikan peringatan oleh Bupati karena sudah melaksanakan pelantikan, Dia tetap menilai apa yang dilakukan Bupati kurang tepat.

Apabila surat peringatan hingga berujung pada pemecatan terhadap 8 kades yang tidak melakukan pelantikan, maka para kades akan melakukan aksi solidaritas.

” Sudah ada kurang lebih 50 kades siap membantu,,” Pungkasnya. (Ping)

banner