Jembatan Trucuk-Klangon, dievaluasi Seminggu Sekali

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — UPAYA untuk menjamin kwalitas jembatan ‘Klacuk’ (Klangon – Trucuk), maka dinas pekerjaan Umum kabupaten Bojonegoro, yang membidangi jembatan melakukan evaluasi seminggu sekali.”sebenarnya yang wenang berkomentar bukan kami, soalnya kami sebatas melaksanakan tugas saja”, kata Kasi jembatan Yuli agus anirup, ST. didampingi staf Arik, N.C. ST.

Masih menurut Agus, pengerjaan yang dilaksanakan oleh PT. HK.Utama Sejahtera, adalah merupakan pengerjaan tahap III.”Alhamdulillah pengerjaannya baik, selalu on-progres, pekerjaan lancar. Dengan kelancaran yang dicapai ini lancar seterusnya sesuai target kontrak. Mudah-mudahan doa dan dukungan semuanya, semoga selamat, lancar dan,segera bisa dirasakan manfaatnya”, lanjut Pak Agus.

banner

Pelaksana Jembatan ‘Klacuk’ (klangon-Trucuk, maaf istilah dari penulis), Agung S.menambahkan, bahwa selama pelaksanaan tahap III, sesuai kontrak adalah hingga finishing, yakni dengan HOK (Hari Orang Kerja), kurun waktu 90 hari (2 oktober-30 desember 2018), dengan tenaga kerja sebanyak 20 orang tenaga tukang, 40 tenaga asisten tukang, plus tehnis terdiri pelaksana, surveyor.

“Kendala, Alhamdulillah tidak ada, Karena cuaca mendukung, masyarakat sisi klangon maupun sisi trucuk mendukung. Bahkan untuk sisi trucuk, pak sekdesnya hampir tiap hari menyempatkan ikut partisipasi untuk sama sama lancar/toleransi bagi pejalan kaki maupun bersepeda motor, intinya melu aruh-aruhi. Dan HK utama Sejahtera memang melaksakan struktur atas dan TPT barat jembatan termasuk kontrak pelaksanaan pula. Semua dikerjakan sendiri tidak ada Sub, dan materialnya semua baru”, ulasan pak Agung.

Ke-Aslian material dan semua barang baru yang digunakan oleh PT.HK utama sejahtera untuk pengerjaan jembatan ‘klacuk’, sudah di iya-kan oleh mas Arik, NC. ST.

Sedangkan asisten pelaksana Teguh Jiwandono, dengan tolenransi yang diberikan pelaksana pada pengguna jasa yakni diperbolehkan bagi pejalan kaki dan bersepeda motor, selama bisa lewat dan pada jam tertentu bisa diterima, tetapi jika saat ramai ramainya pekerjaan kog ditutup ,yaa Alhamdulillah, mereka menyadari dan mau lewat penyeberangan Pengkol-Ledok”.

Dengan jadinya jembatan,Klacuk merupakan terbukanya peningkatan akses ekonomi masyarakat bojonegoro, terutama wilayah trucuk. Karena bisa hemat energy dan hemat waktu, hemat biaya, tidak berputar selisih puluhan kilo meter.***(ekopurnomo).

banner