Jaksa Tetap Tuntut Notaris Reza 10 Bulan Penjara

oleh

Bojonegoro, — Sidang kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh terdakwa Reza Perveez Kalia kepada istrinya Vedhasari Puspita memasuki agenda replik (tanggapan) dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rabu, (28/8/2019). Tanggapan itu dilakukan setelah minggu lalu, Kuasa Hukum terdakwa Adi Suroyo melakukan pledoi (pembelaan).

Sementara JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Suhardono enggan berkomentar lebih jauh. Namun, dia hanya memberikan arahan untuk hal ini meminta penjelasan ke Kasi Pidum Kejari Bojonegoro. “Saya tetap tuntutan (awal),” kata Suhardono.

banner

Sementara itu Kuasa Hukum Adi Suroyo menjelaskan bila pihaknya akan melakukan duplik secara tertulis dipersidangan yang akan datang. Dirinya meyakini bila kliennya tidak melakukan seperti apa yang dituntutkan oleh JPU. ” ini kan tidak ada unsur kesengajaan kan. Itu mungkin hanya perasaan (korban) aja merasa ada kekerasan,” bebernya.

Ia berharap kliennya bisa diputus bebas. Karena memang buktinya tidak melakukan apa yang didakwakan kepada terdakwa. Sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Rabu (21/8). terdakwa Reza Perveez Kalia tengah melakukan pledoi (pembelaan) atas tuntutan jaksa penuntut umum (jpu) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

“Tuntutan dari Jaksa pasal 44 ayat 1 UU RI no 23 tahun 2003. Dengan tuntutan hukuman 10 bulan dan denda Rp8 juta serta subsaider 5 bulan,” ujar Humas PN Bojonegoro Isdaryanto.

Namun, terdakwa Reza Perveez Kalia keberatan dengan tuntutan jaksa. Melalui kuasa hukumnya terdakwa melakukan pledoi. Jika perbuatan terdakwa adalah sesuai pasal 44 ayat 4 UU RI no 23 tahun 2003. Dengan pengaiayaan luka ringan.