Ini Kelanjutan Kasus Orang Meninggal Dapat Kredit di Bank (BPR)

oleh

Lintasbojonegoro.com – Pada tahun 2017 lalu terungkap, di desa Ringintunggal Kecamatan Gayam ada orang meninggal yang mendapatkan kredit dari PD. BPR Bank Daerah Bojonegoro cabang Kalitidu.

Namun setelah satu tahun, di tahun 2018 belum terdengar kembali penyelesaian terhadap dugaan kejahatan perbankan tersebut (Froud).

Seperti diketahui sebelumnya, saat itu Anik zuliatin ahli waris Sudiono (Almarhum) pada tahun 2017 didatangi beberapa petugas bank BPR menagih hutang almarhum Sudiono sebesar Rp. 50 juta.

banner

Dari catatan pihak bank, hutang itu dibuat pada tahun 2015. Anik kaget karena merasa orang tuanya tidak pernah berhutang di bank. Apalagi almarhum Sudiono telah meninggal pada tahun 2011, bagaimana bisa mengajukan kredit pada tahun 2015.

Direktur Utama PD. BPR bank daerah Bojonegoro Sutarmini, SE.MM ketika dikonfirmasi terkait kelanjutan kasus tersebut mengatakan, pihak bank telah mendatangi pelaku yang merupakan pegawai bank BPR.

Menurutnya pihak bank masih kesulitan mengumpulkan alat bukti yang cukup untuk menjerat pelaku untuk dibawa keranah hukum. ” Sudah dikumpulkan, ternyata masih kurang bukti. Kita tidak mau tergesa-gesa ke ranah hukum tapi kembali lagi,” Ujar Sutarmini.

Saat ini manajemen BPR memilih bernegosiasi dengan keluarga pelaku agar mau mengembalikan uang yang merugikan bank hingga Rp. 50 juta tersebut.

” Pelaku sudah kita berhentikan, kita sudah dari keluarga pelaku siap mengganti rugi, kita sedang bernegosiasi agar mau mengganti,” Imbuhnya.

Dari keterangan Sutarmini, pelaku orang meninggal mendapatkan kredit BPR itu tidak hanya satu orang. Pihaknya tidak menyebutkan berapa jumlah tepatnya, namun sudah melakukan langkah pemecatan terhadap para pelaku.

banner