HMI Bojonegoro Tolak Relokasi PKL Bahu Jalan Pasar

oleh

Bojonegoro — Kawasan di sepanjang bahu jalan pasar kota disebut-sebut menjadi icon baru warga Bojonegoro. Hal itu tak lepas dari keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sejak Sore (pukul 17.00 WIB) telah membuka lapak mereka untuk menjajakan barang dagangan berupa kebutuhan bahan pokok, jajanan dan berbagai macam kuliner makanan. Dengan adanya para PKL tersebut memberikan manfaat bagi para konsumen,sebab akan lebih efektif dan efesien.

Akan tetapi, keberadaan PKL tersebut terancam dengan adanya pemindahan (relokasi) dari bahu jalan pasar kota ke area parkir dalam pasar kota oleh pihak Pemerintah Kabupaten . Berdasarkan hal tersebut, maka HMI cabang Bojonegoro menolak relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang bahu jalan pasar kota atas dasar sebagai berikut :
Area parkir dalam pasar kota tidak layak digunakan untuk berjualan.

Area parkir dalam pasar kota tidak cukup menampung para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Memicu perselisihan antara Pedagang Kaki Lima (PKL), karena regulasi waktu untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak sesuai.

banner

Dalam PERDA Nomor 15 Tahun 2015 pasal 24 (1,3) , dipertegas dalam PERBUP Nomor 14 Tahun 2008 tentang petunjuk teknis penertiban, pengaturan tempat usaha dan pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Bojonegoro pada pasal 2 (2), bahwa area bahu jalan pasar kota dan Jl. KH. Mansur tidak termasuk dalam fasilitas atau tempat-tempat umum yang dilarang dipergunakan untuk tempat usaha Pedagang Kaki Lima (PKL).

banner