Heroik Pengejaran Pencuri Kayu di RPH Sukun.

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — PADA rabu (28/11/2018), keberanian KRPH Sukun ,BKPH Gondang Bakri, benar benar di Uji. Tanpa kawan tanpa senjata, berhasil mengamankan 3 batang kayu jati diameter 14 cm x 4 meter-up.

Berikut kisahnya, sekitar pukul 13.12.WIB. KRPH Sukun Bakri di bantu Bambang & istrinya (pengurus LMDH) telah menghitung jumlah bibit jati yang akan di tanam di anak petak 161 d, luas 8,5 hektar. Tidak seberapa lama saat menghitung bibit yang baru turun dari truk pembawa bibit dari persemaian Grogolan, tiba tiba sekitar jarak 100 meter ada suara pohon jati roboh, ” krosak krataq bluook”. Tanpa pikir panjang KRPH Sukun Bakri langsung lari cepat, menuju kearah suara, “he siapa yang merobohkan tegak-an ini”, ada 3 pencuri berlarian. Sekitar jarak 15 meter namun posisi medan berjejal, posisi pencuri sudah di bawah pegunungan, lalu karena tanpa senjata ‘dor’ , adanya cuma Batu, maka ilmu Hanoman yang dipakai, yakni lembar batu. Namun tidak ada yang kena, seraya perhitungan mencari jalan turun gunung, yang mudah untuk pengejaran, lha sedangkan pencurinya tetep tanpa tengok belakang, pengejaran,seorang diri tetep diteruskan, berhubung pencuri masuk kampung, sang mantri menghubungi mandor sutrisno, hingga sampai pinggir jalan raya dibantu menjaga oleh Darmaji staf,KPH Bojonegoro yang kebetulan pulang dari kantor KPH Bojonegoro, menuju rumahnya di klino berjarak 64 KM, untuk ikut menjaga/nunggoni, mengamankan kayu yang belum,sempat dibawa kabur pencuri.

banner

Assper,Gondang Kasmijan mendampingi Adm/KKPH Bojonegoro belum bisa dikonfirmasi karena sedang ada kegiatan rapat di Divisi Regional Jawa Timur/Surabaya.

Administrator/KKPH Bojonegoro, S. Hut. MSc. Ketika dihubungi reporter media online lintasbojonegoro, via ponsel, pejabat nomor satu di jajaran KPH Bojonegoro itu, membenarkan adanya kejadian tersebut, termasuk asset negara yang jadi tanggung jawab perhutani , terselamatkan dari tangan jahil. “Memang keterbatasan itulah kadang jadi kendala. Jika tidak punya jiwa korsa rimbawan tentu mikir, bayangkan saja, 1:3, tanpa senjata, pencuri bawa sajam plus lawan tidak sebanding. Kami memberikan apresiasi pada KRPH Sukun, atas apa yang telah dilakukan demi keamanan hutan yang menjadi kewenangannya”.

“Memang ilmu bela diri dan ilmu kebal badan sangat dibutuhkan, bukan sekedar ilmu bersilat lidah, tetapi Silat Bela diri juga perlu, karena pencuripun tidak ‘thuk – yoo /tanpa keahlian bela diri, ‘ mesti pencuri pun juga pasti punya kemahiran bela diri, cuma pencurinya masih normal. Yakni pencuri berpihak,salah. Maka tetep lari”. komentar warga yang sedang ikut menyaksikan kisah heroik yang seperti ala Tarzan.***(ekopurnomo).

banner