Harga Daging Sapi Stabil, Pedagang Lega, Karena Lakunya Juga Stabil

oleh -452 views

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

AKHIR akhir ini pedagang daging sapi di bojonegoro merasa lega, karena daging tidak lagi seperti ular tangga alias naik turun, akhirnya pembeli-pun stabil. Hal ini diakui Hj. Anik padagang daging asal desa tulungrejo kec. Trucuk.

banner

Menurut Pedagang yang berputra 3, termasuk yang ragil sebagai Polwan di Polres Bojonegoro, Hj. Anik istrinya Kaji Gun, menuturkan, bahwa tidak naik turunnya harga daging, maka pedagang pun merasa lega, karena yang beli juga stabil walau mungkin langganannya didominasi itu itu saja (terutama bakul bakso dan penjual rawon), plus bakul bakso pemula. Dan bila daging melonjak tinggi. Pembeli,sepi omset penjualan turun, sedangkan harga sapi juga naik. Itu lah menjadi kan pikiran kita jadi patgulipat (pikiran kita pecah menjadi papat, mana untuk beli sapi, mana kita untuk gaji karyawan. mana untuk mengembalikan uang kulak-an, mana kita mencari sisi untung). Disitulah mas, Sampai sampai ape ngasih imbuh/sale gajih saja mikir, hhhh”.

Lebih lanjut juragan daging yang dulu awal perjuangannya ketika masih ‘rengkek-an’ kadang disela sela jualan blonjo keliling sambil menjual daging kadang 1/2 kg tidak menghabiskan, kini bersyukur akan hasil perjuangan di masa susahnya sekarang tidak sia-sia, Alhasil anak pertama jadi guru bersuamikan Polri, putra kedua juga berhasil, ketiga (cewek) jadi Polwan. Ini konon berkat Allah, SWT. Mendengarkan doa doa nya, usei sholat Subuh mengawalinya perjuangan, hingga waktu usei dluhur sudah pulang.”Alhamdulillah disyukuri dan dijalani. Monggo untuk daging kelas bakso Rp. 105.000,- “, ulasnya sambil ngitung daging yang siap diantar ke pelanggan pasar nDESO.

Bambang Sugito (42), menambahkan, semenjak jualan pentol keliling memang jadi langganane pak Haji Gunadi utawa Bu Hajjah Anik, pelayanan cepat, ramah, kadang kurang disemayani , kurangnya besuk bu sambil belanja kesini lagi, juga boleh. Dan pokok e, angger saya bakul ya beli disini. Lha sekarang saya kerja ikut mas Zulfikar latihan jualan bakso yaa saya kenalkan di bu kaji anik, pertama gak pakai nawar ,kedua pasti bagus, kadang kalau beli banyak skangkele/balungan untuk kaldu angger angger yo nyoh ndang gowo mBang, mugo mulo laris, barakah”, ceritane bambang.

Cerita punya cerita, bambang sekarang tidak lagi jual penthol keliling tetapi ikut Mas Iqbal Zulfikar di rest Area Restoran Harissa, bersama bu Tini dan mas piping (menu rawon maling & pecel pincuk, wedang ronde royal, STMJ betah melek).####(Ekopurnomo).