Fatal! Perjanjian Dengan UNNES Ternyata Tidak Merujuk ke Surat Kuasa 03

oleh

Lintasbojonegoro.com – Ada fakta menarik yang terungkap pada sidang gugatan pengisian perangkat desa di Kabupaten Bojonegoro Rabu (11/04/2018) di PN Bojonegoro dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.

Kuasa hukum penggugat Soleh, meminta pendapat ahli mengenai isi surat perjanjian antara tergugat dua (Drs. Khamim) sebagai pemegang kuasa surat nomor 03 dari tim pengisian perangkat desa seluruh kabupaten Bojonegoro dengan tergugat tiga (UNNES).

Dalam surat perjanjian dengan pihak UNNES tersebut, menyebutkan dasar perjanjian dibuat berdasarkan surat kuasa nomor 04.

” Sedangkan surat kuasa dari tim pengisian perangkat desa seluruh kabupaten Bojonegoo ini nomor 03, lalu apa implikasi hukumnya ini cacat atau bagaimana ?,” Ujar Soleh.

Soleh juga menegaskan surat nomor 04 yang di maksud dalam surat perjanjian antara Drs. Khamim dan pihak UNNES sepertinya tidak ada, yang ada adalah surat kuasa nomor 03. Namun pihaknya juga memberi kesempatan kepada para tergugat jika mampu membuktikan keberadaan surat nomor 04 dan isi dari surat tersebut.

Saksi ahli Dr. Arif Suryono SH, MH. menerangkan, secara hukum surat perjanjian pelaksanaan ujian perangkat antara Drs. Khamim dan UNNES berarti tidak untuk melaksanakan surat kuasa nomor 03, tapi untuk surat khusus nomor 04.

Kata ahli, isi dari surat 04 itu sendiri apa?, menurutnya nomor surat sangat berpengaruh pada konsekuensi yuridis dari produk hukum didalamnya. Padahal dasar hukum bagi Drs. Khamim untuk melakukan perjanjian dengan pihak UNNES adalah surat kuasa nomor 03, tapi dalam surat perjanjian malah merujuk pada surat 04.

” Sebagai ahli saya harus berprasangka baik bahwa surat perjanjian ini benar merujuk ke 04. Sekarang tinggal di cek, isi surat 04, kalau ada isinya apa? Kalau tidak ada ya percuma, ini kan tidak sinkron padahal surat kuasanya nomor 03,” Jelasnya.

Kuasa hukum penggugat kembali menegaskan apa konsekuensi hukum dari hal tersebut.

” Konsekuensi hukumnya jika tidak sesuai dengan esensi yang di maksud maka batal,” Tegas Ahli.

Ahli menambahkan, jika ada kesalahan terhadap penulisan nomor surat maka hal itu merupakan kesalahan yang fatal. ” Kesalahan dalam penulisan nomor surat itu kesalahan yang fatal,” Tutupnya.