Dusun Maor Dambakan Listrik & Perbaikan Jalan Poros

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

SECARA Geografis keberadaan dusun Maor desa Clebung kec. Bubulan, seperti kampung tempurung, yakni dikelilingi pegunungan.

banner

Reporter lintasbojonegoro.com, ketika akan meliput kondisi dusun bagai dusun adat, sebelumnya akan ijin camat Bubulan Agus Susetyo Hardiyanto, SSTP.MM. & kades clebung kasihanto tetapi kedua duanya sedang ada kegiatan di provinsi, alhasil bisa bersama sekcam Bubulan Eko subiyono, S.Sos.MM, dengan kasun I desa clebung maryono serta sekdes clebung yusa bersamaan penyerahan piranti untuk kegiatan ODF.

Sekcam Bubulan Eko subiyono, S.Sos.MM. Menuturkan, hari ini pak camat dan pak kades clebung ,ke Surabaya ikut mendampingi acara lomba cipta menu bagi ibu ibu PKK tingkat Provinsi. Dan untuk hari ini (Senin, 5/11/2018), dan hari ini pula kami akan menyaksikan kedatangan barang untuk penyelesaikan program ODF, termasuk dusun maor.
Berselang beberapa jam sampailah ber-enam, di dusun yang terletak di tengah tengah antara perbatasan kec. Bubulan dengan kec.Gondang, dengan melewati lembah ngarai dan berliku-liku tersebut.
“Ini ada 104 closed untuk kekurangan desa clebung, dengan jumlah ini, berarti sudah terselesaikan program ODF desa clebung. Perihal Penerangan Jalan Umum (PJU), dulu pernah ada yakni PLTS ,akan tetapi sudah rusak, dan kami sudah mengajukan proposal perihal tersebut pada Bupati melalui Cipta karya. Dan semoga beliau berkenan mengabulkan agar maor yang guyup,rukun,damai , sayuk sa-eko proyo ini, kembali bersinar terang seperti beberapa waktu lalu. Kami mengakui dan memberikan apresiasi pola pak kasun Gunadi, dalam menata masyarakat,dusun maor. Iki mbuh piye ceritane biyen dusun kog koyo mangkok, dikelilingi gunung. Alhamdulillah walau perangkat desa clebung dari dusun maor hanya seorang diri, tapi dusun tentrem edipeni, padahal jaringan komunikasi (hp ) tidak ada signal, bila ingin komunikasi harus naik ke dataran tinggi untuk mencari signal, dimana menemukan alur frekwensi pak Kasun yang juga pendekar yang bubak salah satu organisasi bela diri ini, bisa lapor bila suatu kegiatan maupun misal ada kejadian. Dan untuk mencapai puncak itu pun siang malam harus pula melewati gerumbul gerumbul sendang. Alhamdulillah masyarakat guyup rukun, dan kerja bhakti tanpo upah pun masih berlaku, pak Gunadi kasun Maor Hebaaat”. Apresiasi sekcam Bubulan yang juga mantan kasi PMD yang kreatif & Inovatif.

Selanjutnya kasun Maor Gunadi, menyampaikan terima kasih pada Pimpinan,atas, kades, sekcam dan camat, serta menaruh harapan pada Bupati Bojonegoro, yakni PJU dan penyelesaian jalan poros menuju induk desa , kekurangan- nya sekitar 3,6 KM. termasuk susahnya bila ada warga yang,sakit akan dirujuk ke puskesmas bubulan milihi jalan yang nggronjal nggronjal, dan untuk PJU sekitar butuh sekitar 70 titik, sudah termasuk depan sekolahan maupun dekat sarana ibadah (masjid/mushola). Dan untuk ODF kekurangan 30 somah, dan dalam beberapa hari lagi tuntas. Memang saran pak sekcam tadi perihal ODF tadi sangat efektif ringan biaya, nilai sehatnya bisa diraih. Dengan kedalaman 250 cm – 300 cm, alhamdulillah masyarakat dusun maor, dengan ODF ini bisa merubah pola untuk menuju pola hidup sehat. Walau alam bebas terbentang luas, maksudnya BAB di hutan, tapi khan tidak sehat. Dengan rampungnya dalam penerimaan closed katagori “plung”, tapi khan bebas dari hinggapan lalat maupun tak muncul aroma yang tak sedap.”, rinci kasun maor yang bijaksana dan ramah itu.

Adapun, menurut kasun Gunadi, ada beberapa tokoh yang ikut menyemangati rasa kebersamaan/rambate rata hayo, diantaranya yakni, ketua rw jupriyanto, ketua rt 13 Taslim, ketua rt 14 Syamsu. Sedangkan tokoh agama yakni kyai: Jamin, Nursalim, Sujiono, Lusgianto. Sedangkan tokoh masyarakat selain rw & rt, diantaranya Durahman, Seger, Priyono. BPD perwakilan Maor yakni Sutopo, tokoh kepemudaan/karang taruna Yon tiono.”Di maor masih berlaku,adat istiadat yang diistilahkan kerja bhakti/gugur gunung, rokok semek-an/sarapan membawa sendiri. Termasuk tradisi sambatan/sayan nDaut, mendirikan rumah. Pokoknya rukun rukun, tidak pernah ada tukar padu sesama warga maor. Untuk bidan sudah ada yakni bu Wulan, tetapi ponkesdes belum ada.”harapan kami & warga kepada ibu bupati
yakni perbaikan jalan dan lampu penerangan umum untuk jalan. Adanya itu bisa menambahkan peningkatan kesejahteraan warga, karena pertigaan poros dusun menuju desa clebung, juga menuju kecamatan gondang”, harapan kasun Maor Gunadi yang bercita cita agar Maor bisa menjadi dusun yang, ‘Baldatun thayibbatun wa rabbun ghafur’.

Sepulang dari maor, penulis akan konfirmasi ke kades clebung dan camat bubulan, namun keduanya baru perjalanan pulang dari Surabaya, tepatnya menurut informasi dari istrinya sekcam (wakil ketua PKK kecamatan Bubulan,), baru nyampe etane Lamongan.***(Ekopurnomo).

banner