Duren Pandan Tebal Daging, Menthis Biji

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

UPAYA Kades Klino kecamatan Sekar, Maryono, dalam meningkatkan perekonomian warga desa yang,dipimpinnya bukan,sebatas peningkatan inprastruktur jalan, dari becek jadi makadam , makadam jadi cor, tetapi buah-buahan pun di budidayakan, termasuk pisang buah dada, varitas lama mutu baru.

banner

Kalau pisang buah dada (pisang susu), semua warga menanam dipinggir pinggir rumah. Dan yang jadi icon baru,adalah DUREN Gemblung Pandan.

Menurut Kades klino yang berkatagori Energik ini (Maryono), bahwa keistimewaan duren Gemblung Pandan adalah, rasa manis, aroma tidak terlalu menyengat, daging tebal, bijinya cimplis menthilis, dan kulitnya bisa untuk pengusir nyamuk. Disamping itu berbuahnya tidak mengenal musim.

Lebih lanjut menurut Kades yang juga juragan jasa angkutan baik armada truck maupun bus (pariwisata) ini, menjabarkan bahwa hampir buah apapun ditanam di bumi klino bisa berkembang baik, mulai Rambutan, Klengkeng, nangka, jambu merah, kopi, bahkan hutan nya pun juga menjajikan, yakni tumbuh subur kemiri, cengkih, pete, apalagi gambas, blonceng. Tetapi difokuskan yakni menuju agro wisata Duren Gemblung Pandan. Pelopor awal,adalah mbah Datrap, terinspirasi itu, akhirnya mengajukan bibit durian dapat 1000 plances, ternyata yang hidup sekitar 300, karena penanaman pas menghadapi musim kemarau, Alhamdulillah sudah merasa panen dari tahun 2014.”, Papar Pak Maryono yang siap mengemban amanah warga untuk menuju periode ke 3.

Dengan prinsip,”rawe-rawe rantas, malang-malang, surabaya, jombang, nganjuk, lemah bang, klino ini, pada dasarnya selalu siap mengabdikan diri untuk warga klino yang terdiri beberapa dusun. Intinya Pak Maryono, tetep maju tak gentar. Dan selama dua periode bila ada kekurangannya wajar, dan berharap dimaklumi, itu unsur manusiawi. Wis ngono ae, tolong singgung bawang merahnya klino”, saran kades Klino yang tak pernah merepoti warganya.

Dari catatan sekdes klino Andiko supriyono, lahan bawang merah untuk desa klino secara menyeluruh sekitar 150 hektar, terutama di dusun gayam dipelopori oleh kasi kesejahteraan Risnanto /jogoboyo .
“Dipilihnya bawang merah, memang jika dibanding menanam padi, memang 82 %, pilih bawang, karena seambleq-ambleke harga bawang masih balik bondo, itulah sebabnya. Soal modal sangat besar 1:5 jikalau dibandingkan padi, oleh karena itu, masyarakat klino siap dipasangi Gapura Dusun Gayam, sebagai sentra bawang merah”, tutur jogoboyo risnanto.

Kades Klino, Juga menjelaskan, dipilihnya bawang merah dan bukan bawang putih, itu adalah berawal dari sejarah turun temurun, pengalamannya bertani bawang merah, akhirnya terfokus pada bawang merah itu, walau ketahanan lebih tahan bawang putih, namun tingkat animo warga tetap bawang merah. Alhamdulillah walau pemerintahan di ujung selatan lereng gunung pandan, kekompakan, kebersamaan dan ngantor full senin sampai jum’at. Namun,soal tanda tangan kades bukan sekedar senin-jum’at. Tetapi ibarat ‘sak melek-e mata, yaa tetep dilayani, angger sekdes wis paraf.
“Membiasakan prosedular perihal surat menyurat, terkendala yakni seringnya listrik padam, maklum tengah hutan, kadang kabele keblegan wit/pohon, dan sak wayah wayah ‘pet’ mati. Soal pelayanan dan keramahan perangkat full, akan istirahat refreshing ada ruang khusus ngopi dan meluapkan capek, dengan karaokenan. Operatore yo pak jogoboyo. Ambek nyecopno mejicom , lauknya beli di pasar, pokok-e, sebelum jam kantor pulang jangan tinggalkan kantor, walaupun kadesnya rapat di kecamatan maupun di kabupaten.

Adapun perangkat perangkat desa klino, yang ala deodoran “setia setiap saat”, diantaranya, Kades Maryono, sekdes Andhiko supriyono. Staf pemerintahan imam santoso, kasi pemerintahan darmaji, kasi kesejahteraan risnanto, kasi pelayanan semi,s. Kaur umum suwito, kaur keuangan suharjo, kasun tengaring kastur, kasun gayam lukisno, kasun kedaton suparno, kasun tugurejo dampit, kasun krondonan parwoto.””(Ekopurnomo),

banner