Dugaan Pungli Oknum Kasun di Desa Sumberagung Resahkan Warga

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com – Sejumlah warga di dusun Glonggong Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro merasa resah akibat tarikan uang yang dilakukan oleh salah satu oknum Kasun berinisial K atas pengurusan pemecahan nama pajak bumi dan bangunan (PBB-P2).

Tarmuji warga RT 06 RW 02 Dusun Glonggong Desa Sumberagung, mengaku dimintai uang oleh oknum Kasun K untuk pemecahan PBB-P2 per sertifikat sebesar Rp. 100.000.

banner

” Kalau saya ada 4 sertifikat yang diajukan, jadi total dimintai uang Rp. 400.000,”Kata Tarmuji Senin (17/09/2018).

Tarmuji mengungkapkan, biaya tersebut cukup memberatkan baginya yang seorang petani. Jika memang ada biaya resmi dari pemerintah, ia mengaku tidak masalah, namun jika hanya akal – akalan oknum Kasun pihaknya merasa keberatan.

” Banyak warga yang sudah bayar coba saja ditanya,”Tukasnya.

Selain Tarmuji, warga bernama Ngasiran asal RT 4 RW 2 Dusun Glonggong Desa Sumberagung, membayar sekitar Rp. 900.000 untuk pemecahan 9 sertifikat milik keluarganya.

” Diminta per sertifikat 100 ribu, namanya orang desa tidak tahu apa-apa yang penting beres,”Kata Ngasiran.

Supardi dan Suwito warga RT 7 RW 2 juga membayar Rp. 100 ribu, untuk pemecahan satu sertifikat.

” Mau dibilang tidak wajib orangnya memaksa, sebenarnya keberatan, tapi mau bagaimana lagi dibilang tanggal 17 Agustus penutupan akhirnya saya carikan uang meskipun harus muter,”Keluh Suwito.

Sementara itu saat dikonfirmasi awak media, Kasun K membenarkan ada penarikan uang Rp. 100 ribu untuk pemecahan pajak tersebut.

Berbeda dari keterangan warga, ia mengaku tidak memaksa pemecahan pajak tersebut dan warga seikhlasnya kalau hendak memberikan uang.

” Tidak ada mewajibkan, kalau mau memberi ya saya terima,” Kata Kasun.

Ia mengaku ada warga yang memberi, juga ada yang tidak. uang dari warga diakui digunakannya untuk operasional mengurus pemecahan pajak tersebut.

Sedangkan dari keterangan Kabid Pendataan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Sujono menerangkan, dalam pemecahan nama pajak bumi dan bangunan (PBB-P2) tidak dipungut biaya sama sekali.

” Nggak ada biayanya sama sekali, gratis,”Kata Sujono singkat.

Kepala desa Sumberagung H.A Manan mengaku tidak tahu jika salah satu perangkatnya menarik biaya kepada warga untuk pemecahan PBB-P2 tersebut.

Oknum Kasun tersebut menurutnya berjalan sesuai inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan kepala desa. Pihaknya akan memanggil yang bersangkutan dan dimintai keterangan lebih lanjut.

” Saya tidak menyuruh, itu kan warga yang berniat memecah pajak, minta bantuan Kasun, yang bersangkutan akan saya panggil.”Ungkap Kades.

Saat ini warga yang terlanjur memberikan uang kepada oknum Kasun merasa resah, karena menurut informasi dari desa pemecahan pajak sudah terlambat dan akan diproses pada tahun 2019 mendatang.

banner