Dugaan Ijazah Palsu Kades Terpilih Desa Sumberrejo Kecamatan Malo

oleh -386 views

LintasBojonegoro.com — Kades terpilih Desa Sumberrejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro belum bisa bernafas lega. Pasalnya setelah melalui tahapan Pilkades pada bulan juli 2019 lalu yang berhasil dimenangkanya, kini ada laporan ke polres Bojonegoro atas dugaan penggunaan ijazah palsu olehnya.

Pelapor bernama Santoso warga Sumberrejo Kecamatan Malo mendatangi Mapolres Bojonegoro untuk melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut pada Selasa (27/08/19).

banner

Ia menuturkan bahwa dalam pemilihan Kepala Desa yang diselenggarakan pada bulan Juni 2019 tersebut diduga Nurhadi menggunakan ijazah palsu. Ia yakin karena dalam ijazah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan lulusan dari PP Al-Fattah banyak terdapat kejanggalan.

“Banyak kejanggalan diantaranya nama yang bersangkutan tidak sama yakni di ijazah tertulis Nurhadi a sedangkan di Akte tertulis Nurhadi,” Ucapnya.

Selain itu dirinya mendapatkan berkas dari Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur yang menyatakan bahwa ijazah atas nama Nurhadi a dengan Nomor peserta 8.15.05.14.619.002.7, tempat tanggal lahir Bojonegoro 27 Juli 1975, penyelenggara ujian : PP-Al-Fattah diterangkan bahwa data tersebut tidak ada dalam arsip kantor Kementerian Agama wilayah Jawa Timur.

“Tidak ada arsip di kementerian agama provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Ia menambahkan dari penelusuranya, warga setempat tidak pernah mengetahui jika yang bersangkutan pernah bersekolah. Bahkan menurutnya warga merasa kaget jika Nurhadi telah lulus di pondok pesantren salafiyah tingkat Wustha tahun pelajaran 2014/2015 di PP Al-Fattah Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu.

Padahal kalau ditarik kebelakang usia Nurhadi 44 Tahun, berarti Nurhadi pada tahun 2012 umur 37 tahun telah mengikuti jenjang sekolah.

” Tapi faktanya setelah kita telusuri dari informasi masyarakat bahwa lulusan tahun tersebut tidak ada siswa yang berumur 37 tahun, maka kami simpulkan patut diduga ijazah tersebut palsu,” Jelasnya.

Dirinya juga mengamati foto yang yang ada di ijazah dan yang ada di SKCK milik Nurhadi tidaklah sama dan surat keterangan dari pengadilan dan foto daftar riwayat hidup jika dibandingkan wajahnya tidak sama.

Tidak hanya itu ijazah yang diduga palsu tersebut juga terdapat kejanggalan nilai kelulusan ujian yang diperoleh yaitu di nilai mata pelajaran bahasa Inggris yang nilainya 94.

“Dan sepengetahuan warga setempat Nurhadi tidak pernah sekolah,” pungkasnya

Sementara itu Nurhadi kades terpilih desa Sumberejo Kecamatan Malo menepis kabar tersebut. Ia mempersilahkan jika ada yang mengadukan atau melaporkan dirinya ke kepolisian.

“Di lembaga saya diakui di Depag juga diakui,” katanya.

Nurhadi juga mengaku akan mengikuti proses pelaporan yang saat ini sedang berjalan.

“Biar sajalah, namanya orang nggak terima ya gitulah nggak papa,” jelasnya.