Disperinaker Gelar Workshop Film 12 Hari

oleh

BOJONEGORO – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro menggelar workshop pembuatan film untuk kalangan pelajar SMA/SMK, Perguruan Tinggi dan Komunitas di Bojonegoro. Menurut Agus Supriyanto, Kepala Disperinaker Bojonegoro, workshop pembuatan film diselenggarakan selama 12 hari, bertempat di gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK).

“Peserta workshop pembuatan film diharapkan bisa memprodiksi film-film pendek dan nantinya bisa mengembangkan ilmunya dalam bisnis,” tutur Agus Supriyanto, Senin (26/11/2018).

Ia menambahkan, materi workshop meliputi penulisan naskah dan skenario, kameraman, lighting, sound, artistik dan penyutradaan. Sedangkan mentor workshop ada tiga orang yakni, Mahesa Desaga, Rahadyan Amandita dan Melati Noer Fajri.

banner

“Peserta workshop mendapatkan teori dari mentor selama tujuh hari, kemudian selama dua hari diberi tugas melakukan persiapan pembuatan film meliputi hunting lokasi, hunting property dan hunting costume. Selanjutnya pada tiga hari terakhir peserta workshop memproduksi film yang telah disepakati,” kata Agus Supriyanto.

Workshop pembuatan film yang digelar Disperinaker ini mendapat dukungan beberapa pihak yakni Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Badan Perfilman Indonesia (BPI), SKK Migas, Pertamina, ExxonMobil, dan Gassuma. Public Government Affair ExxonMobil Cepu Limited,, Malik Uka Sukaya, menambahkan, workshop pembuatan film ini merupakan sesuatu yang bagus dan patut mendapat apresiasi banyak pihak. Karena bertujuan menghidupkan dunia perfilman di Bojonegoro dan mendokumentasikan sesuatu dengan video.

“Baru kali ini ada workshop film dengan waktu yang sangat panjang. Dan kami berharap peserta workshop nantinya bisa membuat video-video yang bagus tentang Bojonegoro dan dipublish kepada masyarakat luas, sehingga bisa mengurangi publikasi negatif yang dilakukan oleh orang yang tidak mengetahui potensi Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya. (Kang Zen)

banner