Disangka Pengedar, Ternyata Hakim Putus 3 Terdakwa Hanya Pengguna

oleh

LintasBojonegoro.com – Majelis hakim pengadilan negeri Bojonegoro akhirnya memberikan putusan lebih ringan kepada tiga terdakwa kasus narkotika jenis sabu pada Kamis (22/02/2018). Dari tuntutan JPU 8 tahun penjara, akhirnya Hakim memutus 2 tahun penjara bagi ke tiga terdakwa.

Ketiga terdakwa diantaranya, IH warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk. SR warga Desa Ledok Wetan. FF warga Desa Seduri Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, menurut majelis hakim telah terbukti bersalah melanggar pasal 127 undang – undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba.

Pasal yang dikenakan kepada para terdakwa berbeda dengan pasal yang disangkakan oleh penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) yaitu pasal 112 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009. Majelis hakim menyimpulkan dari alat bukti yang terungkap di persidangan, ketiga terdakwa hanyalah pengguna bukan sebagai pengedar.

Sehingga permohonan dari penasihat Hukum para Terdakwa Dr. Tri Astuti Handayani S.H.,M.Hum, dikabulkan. Dan ketiga terdakwa divonis lebih ringan.

” Terdakwa terbukti secara sah menyimpan memiliki, dan menguasai 1 paket sabu seberat 0,3 gram berat kotor, atau berat bersih 0,17 yang dibawa oleh SR, di kos mess Persibo jl. Untung Suropati Bojonegoro, untuk digunakan sendiri,” Kata Majelis Hakim Pransis Sinaga S.H., M.H.

Majelis hakim menggunakan dasar peraturan perundang-undangan yang memperbolehkan hakim memutus perkara meski berbeda dengan pasal yang didakwakan. Ketiga terdakwa divonis 2 tahun penjara dan denda 800 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan hukuman 1 bulan kurungan, dikurangi masa tahanan.

Menanggapi keputusan tersebut penasihat Hukum para terdakwa Dr. Tri Astuti Handayani S.H., M.Hum. menyatakan menerima keputusan majelis hakim dan tidak mengajukan banding.
” Kita menerima karena permohonan kita sudah dikabulkan oleh majelis hakim,” Ujarnya.

Sedangkan Jaksa Penuntut umum (JPU) Imron menyatakan akan pikir – pikir dulu terhadap putusan tersebut. ” Akan pikir-pikir dulu,” Ucapnya.

Selama kurun waktu 7 hari baik terdakwa dan JPU diberikan kesempatan untuk melakukan banding jika memang tidak menerima hasil putusan majelis hakim. (Ping)