Dipan Hotel Berbintang Diantaranya Berasal Dari Malo – Bojonegoro

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Soal pendidikan, Mukti Ali (43) asal Desa Sudah Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro pengrajin meubel Dipan kelas hotel berbintang, adalah dari Diniyah sampai Aliyah. Akan tetapi soal ketrampilan adalah membuat meubel secara otodidak, itulah realita.

Pengrajin meubel yang lulusan Madrasah Aliyah Negeri I (MAN ) tahun 1995, langsung berkelana ke kota jepara hingga tahun 2007, bekerja disebuah pabrik meubel jepara. Sambil belajar ilmu pertukangan dan tehnik seni penghematan bahan baku, namun membuahkan karya seni berbahan kayu yang bagus.

banner

Dari merantau selama 12 tahun di jepara jawa tengah, lalu untuk penyesuaian iklim bisnis lalu menikmati kerja di meubel kawasan sukorejo bojonegoro, diperusahaan milik pak sugeng selama 4 tahun, lalu,dirasa cukup, akhirnya mencoba ikrik ikrik perlahan tapi pasti, yakni membuka sendiri walau hanya dibantu seorang asisten yang bernama bernama lasno. Dengan dibayarnya rata rata Rp.100 ewu.

Masih menurut pengrajin meubel suami dari Tri lestari , bahwa perusahaan pribadi miliknya mampu menjual produk dipan per unit Rp.5-8 juta. Sedangkan meja untuk mengaji lesehan, oleh putra dari pasangan mbah kharim dan rasmi, dijual untuk meja lesehan santri dengan harga Rp.50.000,- ukuran meja 35 cm x 50 cm, tinggi 35 cm. Untuk harga sopan sesuai kemampuan pemesan ,rata rata diatas Rp. 5 juta. Permintaan kayu jati nya pun bisa,sesuai permintaan pemesan”, kata abbahnya Moh. Firdaus Al kharis.

Untuk pemasaran baru sekitar Bojonegoro, “sebagai sampingan yakni memelihara sapi sebanyak 23 ekor. Tapi saat ini mencari hijauan pakan, sangat sulit. Sampai sampai rumput belum umur terpaksa kami rit, agar sapi terpenuhi hijauan perhari walau sedikit .” (Ek/Red).

banner