Dinas PU Bina Marga Bungkam, Terkait Jalan Rusak di Kasiman

  • Whatsapp

Bojonegoro — Hingga minggu ke tiga bulan februari, jalan di Kasiman yang baru diperbaiki tahun 2019 lalu, dan sudah didapati rusak kembali itu belum tersentuh perbaikan. Meski banyak pertanyaan di benak masyarakat, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro masih Bungkam dan belum memberikan penjelasan apapun.

Masyarakat hanya bisa pasrah setiap hari melewati jalan penuh lubang, dan terdapat puluhan genangan air saat musim hujan seperti sekarang. Padahal jalan tersebut telah mengahbiskan uang rakyat kurang lebih Rp. 197 juta pada tahun 2019 lalu.

Meski Bojonegoro pernah dikenal sebagai kabupaten yang menjunjung tinggi Open Government Partnership atau Pemerintahan yang terbuka, Kabid Jalan Dinas PU Bina Marga Jafar Sodiq hingga saat ini belum memberikan penjelasan apapun mengenai kondisi jalan itu.

Ketika didatangi di kantornya, sering tidak berada ditempat, sementara telpon dan pesan singkat dari awak media juga tak pernah dihiraukan.

Perlu diketahui jalan penghubung antara Kecamatan Padangan dan Kasiman itu baru mendapatkan glontoran anggaran P-APBD 2019, senilai kurang lebih Rp. 197 juta. Yang mana dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Jakubo Rentes asal Mojokerto.

Saat ini jalan itu sudah mengalami rusak parah. Lubang jalan hampir merata dan dipenuhi genangan air saat musim hujan.

Kendaraan yang melintas di jalan tersebut harus berhati-hati dengan kecepatan tak lebih dari 10 km/jam. Sulitnya mencari jalan yang rata, tak jarang membuat kendaraan yang melintas harus mengantri untuk bisa melewati jalan tersebut.

Kondisi tersebut diperparah saat musim hujan seperti sekarang, karena air menggenang dan mengakibatkan pengendara tidak mengetahui seberapa dalam lubang-lubang tersebut.

Awal bulan februari lalu Komisi D DPRD Bojonegoro sempat melakukan sidak, dan geram dengan kondisi tersebut. Dan menduga ada kesalahan dalam pengerjaan sehingga memerintahkan Dinas PU Bina Marga untuk segera memerintahkan Kontraktor Pelaksana melakukan perbaikan.

“Kalau faktor alam pun tidak seperti ini rusaknya, diduga dalam pengerjaan tidak sesuai spesifikasi,” Ucap Abdullah Umar Ketua Komisi D awal februari lalu.

Pos terkait