Dikejar Wewe Jembatan Wotangare Kalitidu

oleh

Oleh Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Maklum jadi wartawan mulai tahun 1991- maka saatnya membagi cerita pada pembaca, dan original, bukan copas dari buku cerita horor.

Awalnya ada kabar bahwa desa bareng kecamatan ngasem ada pilkades, konon akan ada bom boman uang antar calon.

banner

Sekitar pukul setengah sebelas malam, meluncurlah dengan mengendarai sepeda motor, sampai di jembatan kidule wotanngare dengan pohon bambu rindang , saat tengah jembatan rumpun bambu seakan ambyuk, kroozak. Spontan, untuk ucapan reflek tidak pernah mengumpat/ misuh, tetapi ucapan reflek,”Allahu Akbar”.

Selanjutnya tidak seberapa jauh, dekat incere penggilingan padi, ada suara wanita, “ikut ikut”, saya toleh kebelakang, ternyata ada seperti,sosok wanita baju putih rambut rowe rowe, Alhamdulillah dzikir tetep saya lakukan, seumpama saya takut dan gugup, mungkin jungkir balik, Alhamdulillah tetap tenang, jarak motor dengan tangannya dekat, Alhamdulillah, dzikir dalam hati mengalun terus, hingga dapat barengan searah, baru lega. Mikir lagi ketika sampai jembatan kidule pasar jampet, karena orang yang bersamaan dari gapura Anglingdharma, dilalah belok utara pasar jampet belok kiri.

Dan sampai dipertigaan jelu ada orang diwarung kopi saya sambil nunggu barengan,karena masih ada tempat gawat lagi yakni kuburan utaranya balai,desa Bareng, setelah ketemu muspika ngasem, nunjukkan surat tugas liputan, ijin untuk tidur saja di dalam kantor balai desa. Hadeeeh, berat dan sebagai konsekwensinya jadi wartawan, online and ontime, makanya begini saja kog angger nyangklong tas ndak pernah nulis , ngakunya,wartawan. He he he..”(Ek/Red).

banner