Di Kota, SMA MT Paling Tidak Diminati Siswa

oleh

Lintabojonegoro.com — Proses Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 tingkat SLTA di kabupaten Bojonegoro telah berakhir. Dari sekitar 11 ribu pagu yang disediakan oleh sejumlah SLTA di kabupaten Bojonegoro, ada 10 sekolah yang tidak terpenuhi pagunya.

SMA Negeri 1 Dander menjadi sekolah dengan jumlah pagu terbanyak yang tidak terpenuhi yaitu 136 siswa. Sementara di wilayah kota, SMA Negeri Model Terpadu (SMA MT) menjadi sekolah paling banyak kekurangan siswa, yakni 125 siswa.

banner

Berikut jumlah kekurangan pagu di 10 SLTA di kabupaten Bojonegoro :

1. SMA Negeri 1 Dander kurang 136 siswa 2. SMA Negeri 1 Gondang kurang 17 siswa
3. SMA Negeri 1 Kasiman kurang 86 siswa 4. SMA Negeri 1 Kepohbaru kurang 30 siswa
5. SMA Negeri 1 Balen kurang 17 siswa,
6. SMA Negeei 1 Bubulan kurang 40 siswa.
7. SMA Negeri 1 Malo kurang 32 siswa
8. SMA Negeri 1 Tambakrejo, kurang 71 siswa.
9. SMA Negeri 3 Bojonegoro kurang 3 siswa 10. SMA Negeri Model Terpadu kurang 125 siswa. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Tuban dan Bojonegoro Adi Prayitno kepada lintasbojonegoro.com mengatakan masih berkoordinasi terkait kekurangan pagu di sejumlah sekolah tersebut.

Adi menyampaikan, selain karena sistem zonasi, banyaknya kekurangan pagu di sejumlah sekolah menunjukkan minat siswa memilih sekolah tersebut.

” Masih koordinasi, apakah diisi, atau dibiarkan seadanya,” Kata Adi Selasa (25/06/2019).

Meski begitu, hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya siswa yang tidak mendapatkan sekolah. Oleh karena itu, bisa saja kekurangan pagu dari sejumlah sekolah tetap dibiarkan.

Sebelumnya pihak cabang dinas juga telah mengingatkan agar sekolah tidak membuka terlalu banyak  pagu, namun ada sekolah yang tetap memaksakan.

” Kalau sekolah membuka rombongan belajar (Rombel) banyak, bisa saja itu menjadi sebab pagu tidak terpenuhi.”Pungkasnya.(Dian)

Foto : Ilustrasi