Di Kabupaten Layak Anak, Seminggu Ada Dua Kasus Persetubuhan Anak dibawah Umur

oleh

Lintasbojonegoro.com – Dalam waktu satu minggu saja, di bulan februari 2018, sudah ada dua kasus persetubuhan anak dibawah umur. Kondisi tersebut cukup memperihatinkan, padahal Bojonegoro telah menerima penghargaan sebagai kabupaten layak anak setiap tahunnya.

” Bukan satu bulan, tapi dua kali dalam seminggu,” Ungkap Divisi advokasi P3A kabupaten Bojonegoro Ummu Hanik.

Bu Ummu sapaan akrabnya mengatakan, untuk kasus pertama, korban saat ini sudah dibawa menuju Shelter (penampungan). Pihaknya juga terus mendampingi korban dalam proses hukum serta proses rehabilitasi.

banner

” Yang kedua baru kontak telpon aja waktu korban dimintai keterangan saya dampimgi KDRT,” Jelasnya.

Pada kesempatan berbeda ketua komisi C DPRD kabupaten Bojonegoro Sally Atya Sasmi mengaku miris melihat kasus kekerasan seksual yang terjadi dalam sebulan ini.

” Miris, karena ini merupakan kasus kedua dalam satu bulan ini yang melapor pada pihak kepolisian, saya harap ini sudah ditangani oleh PPPA agar korban segera mendapat pertolongan,” Kata Sally.

Dari beberapa kasus yang terlaporkan akhir-akhir ini kata Sally, ada fakta yang ditemukan bahwa pelaku merupakan orang yang dekat atau dikenal oleh korban. Hal ini juga masuk sebagai temuan dalam beberapa riset pelecehan seksual pada anak, kemudian sering kali posisi korban (anak) berada sendirian dirumah dan tidak dalam pengawasan orang tua atau pengasuh.

” Ada hal penting yang kerap kali luput dari perhatian kita, bahwa diluar lingkungan sekolah maka anak menjadi tanggung jawab keluarga, menjaga dan mengawasi perilaku anak juga harus menjadi tanggung jawab bagi lingkungan masyarakat sekitar,” Ujar Politisi partai Gerindra tersebut.

Anggota DPRD muda tersebut menghimbau kepada para orang tua bahwa, hal yang tidak kalah penting adalah membekali anak dengan kemampuan untuk mencegah pelecehan seksual.

” Ini bisa melalui pendidikan di sekolah atau melalui kelompok – kelompok sebaya (peer group), Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merespon permasalahan ini.” Tegasnya.

banner