Desa Sudah Kecamatan Malo Terdongkrak Kesejahteraan Warganya

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — Perjuangan & Doa Kepala Desa Sudah Kecamatan Malo, Amari, SPd. Berbuah manis bagi warganya.

Upaya yang dilakukan oleh kades yang dulunya pendidik santri ini membuat kemakmuran warga desa Sudah.

banner

“Kami ingin menghilangkan predikat bahwa desa Sudah adalah desa Miskin, seperti sebelum tahun 2013, untuk merubah seperti sekarang ini, rakyat makmur, gemah ripah lohjinawi, panen bisa 3 kali alias peningkatan ekonomi naik 300%, kami tergugah setelah dalam data pemerintah desa kami dinyatakan desa termiskin. Dengan berpola merubah haluan, yakni dengan berbagai cara antara lain begini dhe, membuka pikiran warga, dari hari hari 80 %, habis terbakar ankara yakni jagong,ngopi,rasan-rasan omong omong klobot, maka kami berinovasi, yakni niat bissmillah nawaitu tekad ibadah, usei nyemprot tandur kondisi glithut linet ikut nimbrung ngopi, dengan bergantian,warung a b c d e f g full orang marung, sekitar 1-2 jam, cuma tidak ikut omong, cuma kalau ada yang pertama yaa kami ceritani. Intinya jadi kades kalau tidak direwangi sregep tani nanti bagaimana bila dipunjung warga, e e ya trimo luwung, ora ketang tangki kosong dibawa. Rutin begitu, alhasil ada yang mengomentari, lha yaa pak kades saja tidak gengsi bertani, warga kog cerita tentang mengais rejeki diluar kota, jika hasilnya sama. Berangsur beranjak akhirnya ada yang datang investor pipanisasi pengairan, tetapi ada yang kurang memuaskan, maka disarankan sebagai petani mandiri. Alhasil dihitung hitung,dari pada antri akhirnya 1 titik mampu mengairi 4-5 hektar. Dan bermunculan sebanyak 69 titik pompa air, dengan kedalaman 9-11 meter. Dari situ, coss air bisa kompetitif, panen lancar, dengan varitas variatif, pola tanam Semusim C herang, 2 musim variasi guna mengurangi minat hama datang. Soal hasil masih laximal 9 ton, mbuh terahe tanahe palingo yoo o dhe”,kata kades berpenampilan,sederhana senadjan kaya.

Luas lahan padi sekitar 472 hektar, dan lahan kering jagung sekitar 67 hektar, 99 %, punya lahan garapan pertanian. Limbah padi maupun jagung untuk pakan ternak lembu, dan hampir semua kk punya lembu pribadi. Yaa itu tadi, merubah maensead mereka butuh waktu termasuk kesabaran. Telaten panen. Yakni pola pikir mencari mata pencaharian lebih baik fokus didesa sendiri , eksploirasi yang inovatip untuk meningkatkan pendapatan atau peningkatan kesejahteraan , plus bisa melaksanakan kewajiban sholat tidak terlambat. Marilah kita hilangkan gengsi untuk bertani , entah garapan sewa atau gadai. Ini anuu dhe, saya coba beraaaambang, nyatane hasile bagus cuma kalkulasi sisi untung belum, pokok ekspose ini dulu. Aku seneng baca lintas, runtut ceritanya. Sepurane ki mau silaturahmi nok,dulur. Bersambung dhe”, ulasan kades sudah yang rajin tirakat.

Camat Malo, Moh. Arifin, S.Sos.MM. Menambahkan, memang pertanian wilayah malo bisa diandalkan, dampak adanya bendunggerak, rembesan air lebih dari cukup , dengan mudahnya aliran listrik sangat banyak membantu system cibbel pompa, banyak pangan seger kuarasan, makmur gemah ripah lohjinawi. Subur kang tinandur. Untuk masalah lunasnya 100 pajek telat 11 hari dari ketentuan akhir 31-agustus, ini sudah luaaaar biasa. Kami,selaku camat sangat berterima kasih pada semua kades, perangkat, rayon dan masyarakat wajib bayar PBB. kami sebagaimana pelaksana kebijakan dalam ini terutama Bupati. Maka marilah kita sukseskan pembangunan Bojonegoro secara berkesinambungan. Kami atas nama pemerintah kecamatan Malo, mengucapkan Selamat & sukses atas,dilantiknya Bu DR.Hj.Anna Muawanah, MSi, dan pak Drs.H.Budi irawanto, MPd. Sebagai Bupati &Wakil Bupati Bojonegoro.”,ulasan Camat Malo Moh. Arifin, S.Sos. MSi.(Ek/Red).

banner