Desa Sambong Ngasem Membangun Jembatan

oleh

Reporter : Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Dalam Upaya untuk meningkatkan hajat hidup warga desa Sambong kecamatan Ngasem, melalui sembuh desa Sambong , sepakat membangun,Jembatan.

Kades Ngasem Puji Hartono bersama seluruh Perangkat desa, toga, tomas, serta simpatisan warga yang mewakafkan tanah tegalan, senadjan ora kabeh, yakni Pak Madri warga,Sambong Rt.04, dan mak Blong RT.09. Warga desa Dukoh kidul (untuk tembusan jalan P.U. Kabupaten./jurusan Ngasem-Kalitidu).

banner

Menurut ceritane, pak Kades Sambong Puji Hartono, begini :”ini merupakan grenjet 1 selo/Dzulkhaidah, kades, perangkat, dan semua element yang ada di desa sambong, direstui pak Camat Ngasem Machmudin, AP.MM. Secara bertahap dimulai peletakan batu pertama hari jum’at wage 13 juni 2018. Membangun jembatan yang menghubungkan desa Sambung- desa Dukohkidul,” Tutur Kades.

Masih cerita kades Sambong Puji Hartono, saat itu agak buru – buru karena sebagai khotib jum’at di masjid. Katanya begini, ini,rencana sudah lumayan lama, tahun 2017, waktu itu kasi PMD masih Eko Subiyono, S.Sos.MM. (sekarang,Sekcam Bubulan), dan ketika rasan rasan timbul ide ketika Kasi PMD nya masih Pak Budi Sukisna, STTp. (Sekarang,Sekdin P.I. Kabupaten), lalu dimantapkan oleh Pak Eko, dan pak Camat Machmudin, mendukung selalu mensuport dan menanyakan.

” Gimana ? Kapan ? suport tersebut? kita berfikir, lalu PDKT dengan kades Dukohkidul.alhamdulillah, yang punya tanah mendukung, termasuk warga desa sambong,” Imbuhnya.

Kades melanjutkan, Doa dari warga insya Allah, DD selama 4 tahun bisa menyisihkan untuk jembatan yang panjangnya sekitar 24 meter, lebar 4 meter, dengan taksiran biaya Rp. 353 juta, bisa terwujud. Selain itu juga dapat glodor dari dinas P.U. jenis WF sebanyak 8 batang.

Ditanya kenapa ingin punya jembatan tembus dukohkidul, padahal selama ini aman – aman saja, Kades,Sambong menjawab. “Aman sih aman, lancar yaa lancar cuma kurang cepat ,karena harus mubeng lewat tengger dari AS kantor desa 2,7 km. Lewat penggik ngasem 2,2 km. Lha nak punya jembatan,sendiri, tinggal sruuut thuk jalan aspalan. Transportasi lancar, arus lalu lintas lancar tentu perekonomian meningkat, kompetitif, dan cepat. Rekosone petani mengangkut berkurang, biaya ringan, hasilnya bisa bertambah. Karena basis lahan pertanian di sekitar balai desa, sak ngalor” papar kades sambong Puji,Hartono.

Bayan Parwan menambahkan, ” kalau ada jembatan kalau konferensi kecamatan juga cepet ora ubeng ubengan koyo wong komiet. Insya Allah, suk ben enek neh,sisih lor dekat daleme pak Kades, mohon doa dan dukungannya,” Ujarnya.

Wartawan akan konfirmasi ke Camat Ngasem dan Kasi PMD Ngasem, ternyata sudah istirahat Dan jum’atan. (Ek/Red).