Desa Pandantoyo Munuju Kemajuan Totalitas

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – SIAPA Berani melanggar hukum, resiko tanggung sendiri. Itulah kata kunci Pilotnya desa Pandantoyo, Ny. Hj. Siti cholifah.

Semenjak desa Pandantoyo kecamatan temayang dipimpin oleh Hj.siti cholifah, kemajuan pembangunan desa terkenal desa tamping hutan dan berbatasan dengan kecamatan sugihwaras ini, perubahan kemajuan sungguh sangat,signifikan. Jalan poros sudah bagus hampir semuanya, TPT di rt 1 & rt 7. Serta rt.8 (depan balai desa).

banner

Lampu penerangan jalan, sudah identik lagunya karya cipta pak haji rhoma irama yang judulnya, “habis gelap terbitlah terang”, seperti juga buku yang dikarang oleh Ibu “Kartini”. Karena pola pemikirannya untuk membangun desa serta membangun kesadaran masyarakatnya juga bagaikan Pendekar, siapa yang berani melawan keputusan yang,sudah sesuai dengan perdes, perbup,perda, undang undang, baik itu undang-undang daerah/pemerintah pusat serta undang undang dasar, pokoknya yang sudah syah. Akan tetep dilawan, jangankan cuma harta, jiwanya pun dikorbankan, demi menjaga martabat dan masyarakat pandantoyo. Asalkan benar akan diikuti sampai dimanapun, tetapi jika salah, tetep minta pangapuro. Keputusan yang sudah,sesuai dengan hukum, itulah keputusan yang bisa diganggu gugat. Ini resiko dan konsekwensi sebagai pemimpin kami yang mendoakan amanah dari warga yang harus kami pertanggung jawabkan dunia akhirat.”gak gampang pak ekooo,”.

Kades yang juga bigboos kuliner Bakso dan esteler “Bonet” (Bojonegoro Netral), ini. Tergolong katagori Srikandi setingkat kepala desa yang punya prinsip, “Maju tak gentar, membela yang benar, serta berani mengorbankan bayarannya untuk kegiatan masyarakat.

Lha jadi kepala desa inginnya bagaimana ?, hanya ingin mengabdi pada desa dan masyarakat Pandantoyo yang tercinta. Petunjuknya,” kepala desa itu pengabdian tapi bukan tempat mencari pekerjaan”, dan tidak ada unsur menyinggung teman teman kepala desa,se-indonesia/se-dunia yang membaca lintas bojonegoro. Konon terakses online bisa dibaca sedunia, . Inilah, biar ada” anjing menggonggong Cholifah tetep lewat”,

Semua jalan desa sudah berlampu abyoor , sawah bengkok biar untuk masyarakat yang mau terutama bagi yang tidak punya sawah dan anaknya banyak, bergantian . Gaji /tunjangan untuk membantu kegiatan warga tiap bulan. Alhamdulillah, walau tidak terima imbalan sebagai gaji/penghasilan dari,sebagai kepala desa, Allah telah mencukupi semua , termasuk tabungan hari tua. Yaaa tidak jauh seperti lagunya pak haji Rhoma irama, judulnya AZZA, apa yang minta, Allah memberi, apa yang aku harapkan Allah menjanjikan, apa saya mau Allah menyediakan, disitulah. Apa beratnya , Alhamdulillah, sejak berhaji selama empat tahun berturut turut bisa meng-umroh kan, sesuai kehendak hati, 4-6 orang. Itulah kemuliaan yang tak berniatan sombong/Roy’s / ujub. Itu bagi yang,sadar menilainya, apa yang dilakukan kades semua putranya di pondok Gontor, dan seusei mondok masuk diterima di fakultas kedokteran, sangat layak,dicontoh.

Namun toh demikian, diakuinya oleh kades istrinya Pak Haji Jamali (juragan Bakso), ini masih ada yang berusaha merongrong kewibawaan desa yang selalu dan selalu berupaya mengadu domba. Tetapi kami,sadar, bahwa semakin tinggi bendera berkibar, semakin kencang terpaan angin. Alhamdulillah, kami punya Allah, SWT. Bahwa illahi jua-lah tempat pertolongan. Dari,situ kami tetap tegar melangkah, suami mendukung, keluarga mendukung. “, ungkapan hati srikandi pandantoyo yang sekarang dengan mengendarai motor Harley Davidson 1200 cc. Konon seharga Rp.700 juta an, type terbaru /sporty claas harley.

Untuk menjelang triwulan akhir 2018, dari tunjangan sebagai kades ditambah dari kantong sendiri, akan dibelikan mobil station Luxio, sebagai mobil siaga, desa pandantoyo.

Dijelaskan pula, bahwa pemindahan balai desa dari sekarang akan berpindah ke tanah Kas Desa RT.3-4, itu menurut kades tercantik se kecamatan Temayang, dibandingkan kades lainnya,di Temayang, ada beberapa alasan, diantaranya, Tanah yang,ditempati balai desa/kantor desa berstatus milik perhutani. Lha nantinya jikalau dibangun peng-pengan, lhaaa perhutani membutuhkan, terus bagaimana. Balai desa,adalah cermin desa. Lha cermin retak berarti yang menggunakan cermin tidak tahu bagaimana kondisi,cermin. Itulah sebuah kiasan cermin. Kami bukan type Gajah diblangkoni, bisa kojah tapi tidak bisa nglakoni. Dan kalau ada yang menuduh saya sampai korupsi uang desa, silahkan datanya, tanda tangan dihadapan polisi dan sama sama menjalani sumpah demi Allah dan demi rasul. Yang menuduh dan memfitnah sedemikian itu, berarti orang yang tidak punya kesempatan mbajing dana didesa Pandantoyo.”, ucapnya seraya menujukkan sikap lugu,jujur dan geram .

“Kami pokoknya nasionalis tidak fanatik, dengan vissi dan missi, yakni mengamalkan semboyan,”ing ngarso sun tuladha ing madyo wangun karso, tutwuri handayani”. Ulasnya, kades pandantoyo penggemar lagu perjuangan & doa.

Adapun teman melaksanakan. Roda pemerintahan desa pandantoyo Merdeka, yakni bersama , kasun I Siswanto, kasun II M.Sokran, kasi pemerintahan Budi siswanto, kasi pelayanan Fadhilatus Sa’adah. Kaur umum,TU Hartono, kaur keuangan Tasmo, staf M.Tamat, & Ahmad Sirojudin. Ketua : RW. I Widodo, RW 2 Supriadi, RW 3 Juri. Dibantu 13 RT, diantaranya;, mujari, yatiman, ramelan, munawar, siswoyo, irwanto, m.burki, mukari, ngatmo, tajianto, edi,sukamto, siswanto, suwaras. Dan BPD nya ketua supriadi, sekretaris Nurhasim, wakil ketua Abd. Miftah, anggota Bawali dan Siti Zubaedah.**(Ek/Red).

banner